Pertamina soal Harga Minyak Anjlok: Mending Kami Tutup Kilang

Bisnis - Fanny
23 April 2020
Pertamina soal Harga Minyak Anjlok: Mending Kami Tutup Kilang Pertamina soal Harga Minyak Anjlok: Mending Kami Tutup Kilang Pertamina belum bisa menurunkan harga BBM walau harga minyak sudah turun.

KLIKKALTIM.com -- PT Pertamina (Persero) mengungkap masih belum bisa menurunkan Bahan Bakar Minyak (BBM) meski harga minyak dunia tengah turun. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkap secara bisnis pilihan untuk menurunkan harga BBM dan bahkan menutup kilang memang lebih mudah dilakukan di tengah kondisi tersebut.

Tetapi, hal tersebut tidak mungkin dilakukan Pertamina. Pasalnya, Pertamina merupakan BUMN.

"Sekarang BBM impor lebih murah. Kalau lihat harga (minyak) kaya gini, mending kami tutup semua kilang. Tapi tidak bisa seperti ini," ujarnya dalam RDP dengan Komisi VII DPR, Selasa (21/4).

Nicke menambahkan sebagai perusahaan BUMN, pihaknya tidak bisa menurunkan harga BBM dan menutup kilang walau harga minyak turun. Pasalnya di tengah masalah tersebut, perusahaan tetap harus membayar gaji karyawan.

Selain masalah tersebut, Nicke mengatakan kesulitan Pertamina untuk menurunkan harga BBM juga disebabkan oleh formula harga BBM dibuat oleh Kementerian ESDM. Dengan formula tersebut, posisi perusahaan tidak mungkin menyesuaikan OPEX dan CAPEX dengan harga minyak saat ini.

Pasalnya, harga produksi minyak di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan harga minyak yang diberitakan. "Kami masih diskusi dengan ESDM, bagaimana bisa nyerap dan relaksasi harga," paparnya.

Tren harga minyak mentah dunia terus merosot. Produksi minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Mei bahkan anjlok hingga minus US$37,63 per barel. Ini merupakan kejatuhan terbesar sepanjang sejarah sejak 1983.

Perlu diketahui, harga minyak mentah anjlok karena pasokannya berlebih dan para produsen kehabisan tempat untuk menampung. Sejalan dengan itu, permintaan juga nyaris nihil karena kebijakan social distancing membuat sepertiga populasi dunia berdiam diri di rumah masing-masing.

 

Sumber : cnnindonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR