•   07 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Disdikbud Minta Masyarakat Lebih Empati Hadapi Anak Autis

Advertorial - Asriani
07 Mei 2026
 
Disdikbud Minta Masyarakat Lebih Empati Hadapi Anak Autis Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin

BONTANG- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, ingatkan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap anak dengan autisme atau anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam menyikapi perilaku yang tidak biasa di ruang publik.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin mengungkapkan, bahwa reaksi spontan anak autis sering disalahartikan sebagai perilaku nakal, padahal kondisi tersebut merupakan bagian dari karakteristik yang mereka miliki.

“Kalau tidak dipahami, anak itu sering dimarahi. Padahal tidak boleh, karena memang seperti itu kondisinya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, anak dengan autisme memiliki pola perilaku yang khas, termasuk ketergantungan pada rutinitas tertentu. Apabila pola tersebut berubah, anak bisa menunjukkan reaksi emosional seperti marah atau menolak.

Saparudin mencontohkan autis yang terapi di Autis Center, saat orang tua menjemput dengan kendaraan berbeda dari biasanya. Perubahan kecil itu bisa memicu anak menolak hingga tantrum.

“Hal sederhana seperti ganti kendaraan saja bisa membuat anak tidak mau naik dan akhirnya marah. Itu karena dia sudah terbiasa dengan pola sebelumnya,” terangnya.

Selain itu, dalam situasi tertentu, lanjut Saparudin anak autis juga bisa tiba-tiba masuk ke ruang atau bertindak tanpa diduga. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh disikapi dengan kemarahan.

“Yang perlu dilakukan adalah memahami dan mengarahkan secara perlahan, bukan memarahi,” jelasny.

Disdikbud pun berharap, edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran publik agar lebih sabar dan empati terhadap anak berkebutuhan khusus.

Dengan pemahaman yang tepat, lingkungan sosial diharapkan menjadi lebih inklusif dan mendukung perkembangan anak autis dalam beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.

"Kalau orang tidak tahu kan dimarahi. Kita tidak boleh marahi anaknya karena memang seperti itu," jelas Saparudin.




BERITA TERKAIT


TINGGALKAN KOMENTAR