•   19 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Disdikbud Bontang Terapkan 2 Strategi Cegah Anak Putus Sekolah

Advertorial - Asriani
18 April 2026
 
Disdikbud Bontang Terapkan 2 Strategi Cegah Anak Putus Sekolah Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdikbud Bontang, Nuryadi Bakhtiar. 

BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyiapkan strategi khusus untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), terutama pada usia setara SMA yang dinilai paling rentan putus pendidikan.

Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdikbud Bontang, Nuryadi Bakhtiar menuturkan, pihaknya telah merancang dua pendekatan utama sebagai langkah awal penanganan. Strategi tersebut difokuskan untuk memukihkan motivasi anak serta peningkatan peran orang tua dalam mendukung pendidikan.

“Pendekatan langsung ke anak untuk membangun kembali motivasi belajar, dan memberikan edukasi kepada orang tua," ujarnya kepada media ini.

Kata Nuryadi, langkah pertama yang bakal dilakukan adalah melakukan validasi data ATS untuk memetakan wilayah dengan angka putus sekolah tertinggi. 

Data tersebut, menjadi dasar pemerintah dalam melakukan penanganan jemput bola yang lebih tepat sasaran untuk mencari solusi bersama.

“Kami juga akan konsultasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait regulasinya," tambah dia.

Ia beberkan, berdasarkan data lapangan, kasus putus sekolah justru banyak ditemukan pada usia sekitar 19 tahun atau setara SMA. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berpengaruh  masa depan generasi muda di Kota Bontang.

Pun menurutnya, penyebab putus sekolah tidak selalu dipicu faktor ekonomi. Terlebih berbagai bantuan pendidikan telah tersedia, rendahnya motivasi belajar serta dorongan orang tua agar anak bekerja masih menjadi tantangan mereka.

Dengan itu, Disdikbud juga bakal menggandeng program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui forum Musrenbang. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar penanganan ATS bisa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Kita akan kaitkan dengan CSR lewat musrenbang supaya ada dukungan dari berbagai pihak," tutup Nuryadi Bakhtiar.






TINGGALKAN KOMENTAR