•   01 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tulang Manusia Ditemukan di Jalan Poros Samarinda-Bontang

Samarinda - Zaenul Fanani
27 September 2017
 
Tulang Manusia Ditemukan di Jalan Poros Samarinda-Bontang Tulang belulang manusia ditemukan di lahan yang dipenuhi semak belukar, jalan poros Samarinda-Bontang, Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (26/9/2017). (INT)

KLIKKALTIM.COM- Niat hendak membersihkan rumput, Wahadi (45) dibikin kaget dengan tumpukan tulang belulang manusia di lahan yang dipenuhi semak belukar, tidak jauh dari balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, sekira pukul 11.45 Wita, Selasa (26/9/2017).

Penemuan itu bermula saat Wahadi hendak lanjut membersihkan rumput di lahan milik pemerintah itu. Belum bersih rumput yang ditebasnya, dirinya mendapat tulang yang diduga bagian kaki manusia. Namun, saat itu dirinya masih mengira itu merupakan tulang hewan. Setelah itu, dirinya kembali menemukan bagian tulang lainya, hingga akhirnya menemukan bagian kepala.

"Awalnya saya kira tulang hewan, kemudian saya panggil lah orang BNN, ternyata benar ini tulang manusia," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (26/9/2017).

Kata dia, sepekan lalu dirinya sempat ke lokasi itu untuk menebas rumput, namun bukan ditempat penemuan tulang tersebut. Dia pun berencana hendak menanam pisang dan tanaman buah lainya. "Seminggu yang lalu saya memang sempat ke sini, tapi bukan dilokasi penemuan," tambah Wahadi.

Selain menemukan tulang belulang manusia, juga ditemukan tali warna putih yang terdapat di atas tulang, terikat di pohon. Kuat dugaan tulang belulang tersebut merupakan warga korban bunuh diri.

"Kita belum bisa pastikan apakah korban ini korban bunuh diri atau bukan, terlebih selama ini tidak ada laporan dari warga yang kehilangan anggota keluarga," ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara, Ipda Wawan Gunawan.

Kini, tulang belulang itu dibawa ke ruang jenazah RSUD AW Syahranie, guna dilakukan visum. "Kita tunggu warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor," tutupnya. (*)




TINGGALKAN KOMENTAR