•   23 January 2022 -

LSI Nilai Isu Politik Dinasti Tak Terlalu Pengaruhi Persepsi Publik Bontang

Politik - Fitri Wahyuningsih
24 Desember 2019
LSI Nilai Isu Politik Dinasti Tak Terlalu Pengaruhi Persepsi Publik Bontang Suasana kala LSI Denny JA menggelar konferensi pers hasil survei Kota Bontang di Hotel Bintang Sintuk, Senin (23/12/2019). (ist).

KLIKBONTANG.com -- Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Haerul Aman menuturkan bila isu politik dinasti yang belakangan kuat digempur ternyata tak begitu mempengaruhi persepsi publik Bontang terhadap Calon Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dia menjelaskan, tidak terpengaruhnya publik disebabkan beberapa hal. Pertama, menurut LSI, publik Bontang lebih mementingkan kapabilitas dan kemampuan bakal calon dalam memimpin. Bukan isu-isu yang dilempar untuk menyerang calon.

Kedua, publik Bontang dinilai cukup melek politik. Sehingga, kendati isu miring dilempar kepada satu atau dua bakal calon, itu tidak terlalu mempengaruhi. Sebab publik bakal mencari tahu sendiri calon Wali Kota mereka. Baik. Visi, misi, dan program, serta rekam jejak ataupun prestasi calonnya.

"Sebenarnya publik Bontang ini sangat melek politik. Makanya dalam survei kami, pertimbangan utama publik memilih Wali Kota itu di visi, misi, dan program yang ditawarkan," urai Haerul Aman kala LSI menggelar konferensi pers di Hotel Bintang Sintuk, Senin (23/12/2019) siang.

Ditambahkan Haerul, isu dinasti politik hanya mampu mempengaruhi persepsi publik yang pemahaman politiknya rendah. Mengingat publik Bontang dinilai melek politik, maka pengaruh isu itu tak terlalu dominan.

"Saya tidak bilang tak mempengaruhi, namun pengaruhnya tidak besar," terangnya.

Sebagai informasi, isu politik dinasti memang sempat hangat di Bontang. Isu ini praktis langsung menghantam Wali Kota Bontang incumbent, Neni Moerniaeni lantaran putra keduanya, Andi Faizal Sofyan Hasdam kini menjabat Ketua DPRD Bontang 2019-2024.




TINGGALKAN KOMENTAR