•   01 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Hasil Riset di Amerika: Vaksin Difteri, Tetanus, dan Pertusis Bisa Sebabkan Kematian

Pilkada - Syarifah Nabilla
11 Januari 2018
 
Hasil Riset di Amerika: Vaksin Difteri, Tetanus, dan Pertusis Bisa Sebabkan Kematian Penelitian menyimpulkan semua bukti saat ini menunjukkan bahwa vaksin DTP dapat membunuh lebih banyak anak dari penyebab lain dibanding penyakit ini yang disimpan dari difteri, tetanus, dan pertusis. (Foto: Repro NCBI)

KLIKKALTIM.COM - Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul The Introduction of Diphtheria-Tetanus-Pertussis and Oral Polio Vaccine Among Young Infants in an Urban African Community: A Natural Experiment, begitu mencengangkan. Jurnal itu dirilis 1 Februari 2017.

Riset yang ditilik Klik Group pada Selasa 9 Januari 2018 --Pengenalan Difteri-Tetanus-Pertusis dan Vaksin Oral Polio Diantara Bayi Muda di Komunitas Urban Afrika: Percobaan Alami-- itu ditulis Wengel Mogensen, Andreas Andersen, Amabelia Rodrigues, Christine S Benn, dan Peter Aabya.

Jurnal kesehatan itu menyimpulkan, “DTP dikaitkan dengan mortalitas lima kali lipat lebih tinggi daripada tidak divaksinasi. Tidak ada penelitian prospektif yang menunjukkan efek bertahan positif dari DTP. Sayangnya, DTP adalah vaksin yang paling banyak digunakan, dan proporsi yang menerima DTP3 digunakan secara global sebagai indikator kinerja program vaksinasi nasional.”

Jurnal itu juga menyebut, “Harus menjadi perhatian bahwa efek vaksinasi rutin terhadap semua penyebab kematian tidak diuji dalam uji coba secara acak. Semua bukti yang ada saat ini menunjukkan bahwa vaksin DTP dapat membunuh lebih banyak anak dari penyebab lain daripada penyakit ini yang disimpan dari difteri, tetanus atau pertusis. Meskipun vaksin melindungi anak-anak dari penyakit target, penyakit ini sekaligus dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi yang tidak terkait.”

Jurnal tersebut dipublikasikan dalam situs US National Library of Medicine National Institutes of Health atau situs Perpustakaan Kedokteran Nasional, Departemen Kesehatan, dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat.

Dalam poin 5, bab kesimpulan, tertulis, “DTP was associated with 5-fold higher mortality than being unvaccinated. No prospective study has shown beneficial survival effects of DTP. Unfortunately, DTP is the most widely used vaccine, and the proportion who receives DTP3 is used globally as an indicator of the performance of national vaccination programs.” --selengkapnya bisa Klik di sini.




TINGGALKAN KOMENTAR