Cek Fakta; Pengangguran Warisan Pemimpin Terdahulu, Begini Faktanya!

Pilkada 2020 - Redaksi Klik Kaltim
20 November 2020
Cek Fakta; Pengangguran Warisan Pemimpin Terdahulu, Begini Faktanya! Data jumlah pengangguran yang dikeluarkan BPS Kaltim.

KLIKKALTIM.COM - Debat publik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang menyinggung terkait masalah pengangguran. Pasangan calon nomor urut 2 Neni Moerniaeni dalam penjelasannya menyebutkan pengangguran merupakan warisan dari pemimpin terdahulu.

Media ini mencoba menelusuri data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur untuk menguji fakta pernyataan tersebut. Dari laman BPS Kaltim tren pengangguran tertinggi se-Kaltim terjadi sejak 2007 silam-data terakhir BPS. 

Tingkat pengangguran pada 2007 sebesar 17,02 persen. Kurun 13 tahun jumlah ini merupakan presentase tertinggi.

Seiring waktu tingkat pengangguran pelan-pelan melandai. Pada 2008 tingkat 16,32 persen. Lalu turun menyentuh 14,66 persen di tahun berikutnya. Namun tetap menduduki angka pengangguran tertinggi dari Kabupaten dan Kota se-Kaltim.

Tren pengangguran terus menurun dua tahun kemudian. Pada 2010 angka pengangguran sebanyak 12,77 persen. Kemudian turun menjadi 12,44 persen di 2011.

Tahun 2012, pengangguran kembali mengalami peningkatan 2 digit menjadi 14,32 persen. Namun setahun berselang kembali turun signifikan menyentuh 11,19 persen pada 2013.

Pun tahun 2014, orang yang menganggur kembali mengalami penurunan sebanyak 9,38 persen. Pada tahun ini pula posisi Bontang sebagai peringkat pertama tertinggi digeser oleh Kabupaten Berau dengan presentase penggangguran 10,05 persen.

Tren penambahan jumlah penganggur kembali mengalami kenaikan di tahum 2015, ådengan persentase 12.07 persen. Dan kembali menduduki peringkat pertama angka pengangguran tertinggi di Kaltim.

Periode 2016 data di BPS Kaltim tidak memuat hasil.

Berlanjut di periode 2017, tren penganggur kembali mengalami peningkatan, dengan persentase 12.44 persen. Dan masih menduduki wilayah pengangguran tertinggi di Kaltim.

Namun, angkanya terus bergerak turun 2 tahun berikutnya. Pada 2018 tingkat pengangguran sebanyak 9,61 persen. Kemudian turun lagi di 2019 kembali menurun menjadi 9,19 persen. Dan masih menduduki angka tertinggi pengangguran di Kaltim.

Disusul posisi kedua, Balikpapan dengan persentase pengangguran sebanyak 7.29 persen. Di posisi ketiga diduduki oleh Penajam Paser Utara (PPU)dengan presentase 6,26 persen. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR