•   26 May 2022 -

Budaya Dayak dan Kutai Dipromosikan ke Amerika

Kutai Timur - Qadli | KLIKSANGATTA
27 Juli 2017
Budaya Dayak dan Kutai Dipromosikan ke Amerika Bupati Kutim Ismunandar dan istri Hj Encek UR Firgasih saat menghadiri pesta budaya adat Dayak di Muara Wahau.

KLIKKALTIM.COM- Budaya Dayak dan Kutai yang cukup menarik bagi wisatawan, kini dipromosikan ke Amerika Serikat. Selain promosi budaya, juga sejumlah produk kerajinan akan dilakukan promosi pada acara yang berlangsung sejak 18 Juli hingga 8 Agustus 2017 tersebut.

Kegiatan itu dipusatkan di Springville Utah, Amerika Serikat (United States of America/USA). Untuk mempromosikan budaya tersebut, Pemkab Kutim menggandeng PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Keikutsertaan Kabupaten Kutim di ajang bertajuk The Magic Valley Workshop Festival Idaho, The World Folk and Art Festival 2017 ini atas undangan Director of Festival Krista Aammon pada 13 Januari 2017 lalu. Kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman undangan festival oleh Directur E International Organization of United States of America, Donna Breckenridge pada 10 Maret 2017.

Kepala Disbud Iman Hidayat melalui Kabid Pengembangan Kebudayaan Tatiyana Estes Panjaitan membenarkan informasi tentang keikutsertaan Pemkab Kutim pada event ini. “Budaya dan etnik Kutim akan dipromosikan mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Indonesia secara umum,” kata Tatiyana beberapa hari lalu.

Rinciannya dari Kutim akan dipromosikan batik berperwarna alami limbah kayu ulin dari Desa Kabo Jaya, Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, yang merupakan binaan PT KPC dan UP2K (usaha peningkatan pendapatan keluarga) TP PKK Kecamatan Sangatta Utara.

Selanjutnya Kelak berbahan alami dari tumbuhan pakis liar dari Desa Kadungan Jaya UP2K TP PKK Kecamatan Kaubun. Serta barang-barang kebudayaan dari etnik Dayak dan Kutai berupa manik-manik, anjat dari UP2K TP PKK Kecamatan Muara Wahau, Telen dan Busang. Semua itu akan diperkenalkan kepada masyarakat internasional di event yang mengangkat tema “Experience World in Just One Night”.

Tatiyana menjelaskan Kabupaten Kutim sebagai salahs atu bagian dari Indonesia memiliki kebudayaan yang diminati. Namun sayangnya belum cukup dikenal oleh masyarakat dunia. Padahal etnis Dayak dan Kutai adalah etnik yang terdapat di Kutim memiliki hasil kebudayaan yang diminati masyarakat local maupun internasional. Hal itu dibuktikan dari banyaknya hasil kerajinan tangan dari kedua etnik ini yang diminati masyarakat local dan mancanegara.

“Untuk memperkenalkan produk unggulan berbasis budaya, maka diperlukan kerjasama dengan pihak lain yang dapat menjebatani pemasaran produk keluar negeri. Salah satunya melibatkan stakeholder seperti PT KPC untuk mengikuti The Magic Valley Workshop Festival Idaho, The World Folk and Art Festival 2017 di di Springville Utah, USA,” jelasnya

Dia menambahkan pengembangan kebudayaan dibutuhkan dalam memajukan perekonomian dan kreatifitas masyarakat. Tanpa disadari terdapat minat dan daya beli yang tinggi dari hasil kebudayaan. Masyarakat menyadari melalui perdagangan hasil kebudayaan dapat dipergunakan untuk meningkatkan perekonomian serta menjadi media untuk memperkenalkan kebudayaan suatu etnik kepada masyarakat luas.

“Event kebudayaan yang diikuti oleh Pemkab Kutim kali ini sangat potensial untuk promosi. Karena diikuti oleh perwakilan banyak Negara di dunia dari belahan benua yang berbeda, di dua kota,” sebutnya.

Tatiyana menjelaskan dirinya harus sudah berangkat sejak 18 Juli 2017. Sebab pada 19 Juli akan melakukan pertemuan dengan Konjen (KJRI) di Los Angeles. Dilanjutkan pada 20-22 Juli pemantapan di kota yang sama. Pada 23 Juli perjalanan dari Los Angeles ke Salt Lake City Utah, 24 Juli Pentas Opening Ceremony di Idaho, 25-27 Juli Pentas Ruang Terbuka/Tertutup diselingi City Tour dan 28 Juli Pentas Closing Ceremony.

“Pada 29 Juli persiapan perjalanan ke Springville Utah dan bakal tiba di Sal Lake City Utah pada 30 Juli. Dilanjutkan pada 31 Juli yakni Parade di Springville Museum of Art,” jelas Tatiyana yang juga aktif di TP PKK Kutim.

Berikutnya 1 Agustus mengikuti Pentas Opening Ceremony. Pada 2-4 Agustus pentas ruang terbuka dan tertutup diselingi city tour, 5 Agustus Pentas Closing Ceremony. Sedangkan 6-8 perjalanan pulang dari “Negeri Paman Sam” menuju Tanah Air Indonesia. (*)




TINGGALKAN KOMENTAR