Bikin Jengah, Hutan Rehabilitasi Orangutan di Kukar Dirambah Penduduk
Ilustrasi.
KLIKKALTIM.COM- Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) dibikin jengah dengan perambahan hutan milik mereka, di Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Tercatat, sekitar 335,29 hektare lahan dan hutan mereka untuk keperluan rehabilitasi satwa, dirambah dan ditanami tanaman perkebunan. Fakta itu dinilai sebagai tindak pidana.
“Kami menemukan area perambahan yang dilakukan warga di area rehabilitasi orangutan,” kata CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival, Jamartin Sihite kepada wartawan.
Jamartin mengatakan, perambahan terjadi di area hutan rehabilitasi orangutan BOS Samboja. Yayasan nirlaba ini memang sudah beberapa tahun menguasai area hutan rehabilitasi seluas 1.850 hektare di Samboja Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.
BOS Samboja mendata upaya perambahan terjadi di wilayah Sekolah Hutan 2 yang luasannya mencapai 339,25 hektare. Area hutan yang digunakan untuk melatih orangutan itu sudah berubah menjadi kawasan terbuka.
“Sekolah hutan 2, salah satu titik tempat kami melatih orangutan rehabilitasi sebelum mereka dilepasliarkan kembali ke hutan,” kata Jamartin.
Jamartin mengatakan perambahan sudah berulang kali terjadi area rehabilitasi BOS Samboja. Namun belum ada tindakan terhadap perambahan hutan di kawasan rehabilitasi orangutan ini.
Jamartin meminta polisi dan pemerintah daerah bertindak tegas dalam menindak upaya mengganggu pelestarian orangutan ini. Undang Undang Konservasi tegas melindungi keberadaan orangutan sebagai satwa dilindungi pemerintah.
Perambahan hutan sekolah sebenarnya juga sangat berbahaya karena kawasan tersebut sudah didiami belasan individu orangutan dewasa. Mayoritas orangutan ini sudah dewasa sehingga bertubuh besar, liar, mandiri dan agresif pada orang asing.
“Perambahan ini berpotensi mengakibatkan konflik antara orangutan yang telah tumbuh besar dengan manusia,” katanya.
Jamartin meminta Pemkab Kutai Kartanegara menjaga komitmen dalam melindungi keberadaan hutan konservasi orangutan Samboja. Dia mengkhawatirkan, area rehabilitasi orangutan akan rusak atau malah berubah menjadi area perkebunan dan pertambangan batu bara.
“Jika hutan sekolah orangutan yang ditanam Yayasan BOS sejak 15 tahun lalu hancur maka orangutan tidak punya tempat sekolah dan belajar liar kembali,” ujarnya.
BOS Samboja adalah LSM yang dalam pelestarian orangutan serta melepasliarkan kembali primata ini ke habitat asli hutan Kalimantan. Yayasan internasional ini berulang kali melepasliarkan orangutan ke hutan lindung Kehje Sewen di Kutai Timur.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: