Pemprov Kaltim Tanggung UKT Guru Kuliah Lanjutan, Syaratnya Kembali Mengabdi
Seno Aji Wakil Gubernur Kalimantan Timur
KLIKKALTIM– Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan skema pembiayaan pendidikan bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan melalui Program Gratispol.
Kelompok tersebut mendapat prioritas dalam pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kebijakan itu menjadi bagian dari alokasi anggaran Gratispol tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Selain menyasar mahasiswa asal Kaltim secara umum, Pemprov memberikan afirmasi khusus bagi profesi strategis seperti guru, tenaga pendidik, perawat, hingga tenaga medis.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, prioritas tersebut diberikan karena sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi utama dalam peningkatan pelayanan publik.
"Guru, tenaga pendidik, perawat, kedokteran, dan tenaga medis menjadi prioritas kami. Mereka mendapatkan afirmasi sehingga tidak perlu lagi memikirkan biaya UKT," ujar Seno Aji.
Menurut Seno, pembiayaan melalui Gratispol tidak hanya berlaku bagi penerima yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam wilayah Kaltim. Guru maupun mahasiswa asal Kaltim yang melanjutkan studi ke luar daerah tetap dapat memperoleh bantuan.
Namun, terdapat syarat yang harus dipenuhi bagi penerima yang kuliah di luar Kaltim. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan kembali untuk mengabdi di Kalimantan Timur.
"Bahkan yang kuliah di luar Kaltim tetap kami biayai. Syaratnya setelah selesai mereka kembali mengabdi di Kaltim," tegasnya.
Seno menjelaskan, pemberian afirmasi tersebut merupakan upaya pemerintah daerah memastikan tenaga profesional yang telah mendapatkan dukungan pendidikan dapat kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia menambahkan, anggaran Gratispol sebesar Rp1,3 triliun dipersiapkan untuk masyarakat Kaltim secara luas, tetapi kelompok guru, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan menjadi penerima yang didahulukan.
"Anggaran sekitar Rp1,3 triliun kami siapkan untuk masyarakat Kaltim. Tetapi guru, tenaga pendidik, dan tenaga medis menjadi kelompok yang kami dahulukan," demikian Seno Aji.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: