Kawat Jantung Medis 'Tertinggal' di Jantung Pasien; Dinkes Kaltim : Hasil Audit Kemenkes Bukan Malpraktik
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin
KLIKKALTIM- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah merampungkan audit pelayanan jantung di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Hasilnya, rumah sakit diminta membenahi tata kelola klinis, sistem pelaporan, dan terutama komunikasi dengan pasien serta keluarganya.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan audit dilakukan menyusul insiden terputusnya kawat medis sepanjang sekitar dua sentimeter yang tertinggal di pembuluh darah jantung seorang pasien berinisial EW (63).
"Untuk hasil audit pelayanan jantung alhamdulillah sudah selesai semuanya. Kesimpulannya memang ada perbaikan dalam tata kelola klinis, kemudian juga dalam pelaporan, termasuk pengelolaan komunikasi dengan pelanggan atau pasien," kata Jaya kepada wartawan di Samarinda.
Menurut Jaya, hasil audit menunjukkan persoalan utama bukan pada prosedur medis, melainkan komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga sebelum tindakan dilakukan.
Ia menilai setiap tindakan medis yang memiliki risiko harus disampaikan secara jelas agar pasien memahami kemungkinan yang dapat terjadi selama proses pelayanan.
"Hal-hal yang memang harus disampaikan sebelum tindakan dilakukan wajib dikomunikasikan kepada pasien sehingga mereka mengetahui risiko yang mungkin timbul," ujarnya.
Jaya juga menegaskan kasus tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai dugaan malapraktik sebagaimana yang sempat berkembang di masyarakat.
Menurutnya, tindakan pemasangan ring jantung yang dilakukan dokter merupakan prosedur medis yang sesuai dengan standar pelayanan jantung. Dugaan malapraktik umumnya berkaitan dengan tindakan di luar standar profesi, seperti tenaga kesehatan yang tidak memiliki izin praktik atau melakukan tindakan yang tidak semestinya.
"Dari hasil audit, tindakan dokternya sudah sesuai standar pelayanan jantung. Namun komunikasi kepada pasien memang harus diperbaiki," katanya.
Ia menambahkan tim audit menemukan penyampaian informasi kepada keluarga pasien belum dilakukan secara optimal sehingga memunculkan kesalahpahaman setelah tindakan medis berlangsung.
Meski demikian, Jaya memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik.
"Alhamdulillah, dari pihak rumah sakit maupun keluarga sudah saling memahami dan menganggap persoalan tersebut telah selesai," demikian Jaya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: