•   08 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Dinas Pariwisata Kaltim Imbau Warga Tak Perlu Keluar Daerah; Ini Deretan Objek Wisata yang Bisa Dikunjungi

Kaltim - Redaksi
07 Oktober 2026
 
Dinas Pariwisata Kaltim Imbau Warga Tak Perlu Keluar Daerah; Ini Deretan Objek Wisata yang Bisa Dikunjungi Potret labuan cermin di Kabupaten Berau. (int)

SAMARINDA - Liburan tak selalu harus keluar daerah. Di tengah biaya perjalanan yang semakin mahal dan ekonomi yang melambat, Kalimantan Timur (Kaltim) justru memiliki banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi masyarakat tanpa harus bepergian jauh.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim mendorong warga memanfaatkan potensi wisata lokal. Selain menjadi alternatif perjalanan, kunjungan ke destinasi di daerah sendiri turut menjaga perputaran ekonomi pelaku usaha pariwisata.

Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal mengatakan perlambatan ekonomi mulai berdampak pada sektor pariwisata, terlihat dari menurunnya aktivitas hotel dan transportasi.

"Kalau kita lihat saat ini pasti ada penurunan. Hotel, transportasi terutama pesawat, kemudian transportasi darat terjadi penurunan, otomatis tingkat kunjungan juga terjadi penurunan," kata Faisal, Rabu (7/10/2026).

Padahal, Kaltim memiliki beragam pilihan wisata. Di Samarinda, masyarakat dapat menikmati kawasan Tepian Mahakam, susur Sungai Mahakam hingga Kampung Tenun. Di Tenggarong, wisata sejarah dapat ditemukan di kawasan Kesultanan Kutai dan Museum Mulawarman.

Sementara di Balikpapan, Pantai Manggar bisa menjadi pilihan wisata bahari yang mudah dijangkau. Bagi yang ingin menikmati alam, terdapat Taman Nasional Kutai serta berbagai desa wisata di sejumlah kabupaten.

Untuk wisata bahari, Berau memiliki sejumlah destinasi yang telah dikenal luas seperti Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki, termasuk Labuan Cermin yang menawarkan panorama perairan jernih.

Potensi baru juga terus dikembangkan. Pulau Miang di Kutai Timur didorong sebagai ekowisata dengan daya tarik kemunculan hiu paus. Di Maratua, kawasan Goa Gumantung dikembangkan dengan daya tarik danau payau.

Faisal mengatakan kunjungan wisata tidak harus selalu berupa perjalanan jauh. Ketika warga membeli makanan, menggunakan transportasi, membayar tiket, membeli oleh-oleh atau menginap, uang tersebut ikut berputar di daerah.

"Daripada diam di rumah, ayo kita manfaatkan potensi yang ada di sini. Itu salah satu cara untuk menggerakkan sektor ini," pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR