Kisah Tahir, Tetap Mengajar Murid Walau Kaki Kirinya Lumpuh

Humaniora - Asriani
27 November 2020
Kisah Tahir, Tetap Mengajar Murid Walau Kaki Kirinya Lumpuh Sosok pahlawan tanpa tanda jasa bernama Tahir (49), dengan keterbatasan fisik ia tetap mengabdi sebagai tenaga pengajar.

KLIKKALTIM.COM - Sosok pahlawan tanpa tanda jasa bernama Tahir (49), dengan keterbatasan fisik ia tetap mengabdi sebagai tenaga pengajar.

Tahir sehari-hari bekerja sebagai guru non PNS di SMP YPPI Bontang. Profesi ini sudah dia jalani sejak lima belas tahun lebih.

Sakit stroke yang ia alami sejak tahun 2011, artinya selama sembilan tahun pula ia merasakan sulitnya berjalan normal.

Sebelum mengalami sakit stroke, Tahir berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan sendiri.

Namun setelah  ia mengidap sakit, selama itu juga ia tidak bisa membawa kendaraan sendiri. Pada saat pulang pergi  mengajar, ia hanya bisa dibonceng.

Ketika tidak ada yang menjemput ataupun mengantar, Tahir berinisiatif sendiri untuk naik ojek motor. "Dulu naik motor sendiri sekarang dibonceng, kalau tidak ada pembonceng naik ojek," katanya saat ditemui di ruang guru.

Tahir salah satu keluarga sederhana. Stroke di kaki sebelah kirinya tak menyulutkan semangatnya mencetak generasi luhur masa depan.

Walau dalam keadaan sakit selama ia dipercaya dan dibutuhkan sebagai pengajar maka ia akan tetap mengabdikan diri. Sebagai guru agama islam, kebaikan akan terus disampaikan dan jangan terabaikan.

Selain menjadi guru, ia juga memiliki usaha sampingan dengan berjualan makanan ringan di depan rumahnya. Hal itu dilakukan sebagai tambahan kebutuhan sehari-harinya.  Dan tidak pernah ia keluhkan.

"Saya syukuri aja terus ddan jalani saja, karena Allah yang mengatur," tuturnya.

Walau gaji yang diterima perbulannya hanya berkisar Rp 2 juta ke bawah, ia tetap syukuri. Dengan keterbatasannya ia tetap ikhlas mengajar.

Siapa sangka dengan pendapatan yang terbilang di bawah standar, Tahir mampu menyekolahkan anaknya hingga masuk di perguruan tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR