•   09 December 2022 -

Ekonomi Kaltim Bisa Tumbuh Tahun Ini, Asalkan..?

Ekonomi - Fanny
27 Juli 2017
Ekonomi Kaltim Bisa Tumbuh Tahun Ini, Asalkan..? Aktivitas distribusi batu bara di perairan Sungai Mahakam, Samarinda.

KLIKKALTIM.COM- Tahun ini, perekonomian Kalimantan Timur diestimasi bakal tumbuh di atas 1 persen asalkan pembangunan proyek infrastruktur strategis digenjot realisasinya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Muhammad Nur mengatakan memperkirakan ekonomi Kaltim bisa di atas 1 persen di 2017 bila seluruh infrastruktur strategis di Kaltim bisa diselesaikan.

Dia menyebutkan pembangunan infrastruktur strategis di Kaltim antara lain Bandara Samarinda Baru dan Bandara Maratua di Berau, diyakini dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kaltim di atas 1% pada tahun ini.

“Bank Indonesia mempunyai suatu kajian bahwa di Kaltim perlunya diperbarui infrastruktur dan sumber daya manusia, dengan tidak hanya fokus eksploitasi sumber daya alam," katanya, Rabu (22/3/2017).

Dia menjelaskan, kunci percepatan realisasi infrstruktur bermuara pada perizinan dan masalah pembebasan lahan di kaltim harus bisa diperbaiki, agar dalam waktu dekat ekonominya dapat bangkit lagi.

Muhammad Nur menilai perbankan dan para pengusaha mestinya menjadi bagian penting dalam mendukung rencana pemerintah untuk melakukan upaya-upaya yang nyata. Termasuk, ketahanan pangan dan UMKM yang bisa didukung oleh perbankan dan pengusaha.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltim Zairin Zain mengatakan infrastruktur strategis di Kaltim belum bisa selesai dikarenakan semua bermasalah dengan pembebasan lahan.

“Semua pembangunan (infrastruktur strategis) di Kaltim terjadi masalah pembebasan lahan. Mulai dari pembangunan jalan tol, pelabuhan, waduk dan bendungan. Tetapi, Alhamdulillah, kita sudah sering sosialisasi ke masyarakat dan ternyata ada oknum-oknum yang bermain sehingga harga lahan naik 50 persen ketika hendak dibebaskan dan kita tidak bisa menyalahkan masyarakat,” ungkap Zairin.

Dia menambahkan, terhambatnya pembebasan lahan antara lain menyebabkan bendungan Marangkayu untuk perairan sektor pertanian tak bisa beroperasi. Begitu juga, fasilitas pasokan air kota Balikpapan yakni waduk teritip juga terkendala persoalan serupa.

Adapun, pembebasan lahan jalan tol Balikpapan-Samarinda kini terus dilanjutkan dengan progres pembangunan mencapai 63 persen. Jalan tol ini nantinya dilanjutkan lagi rencana jalan tol dari Samarinda- Bontang yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo di rapat terbatas beberapa waktu lalu.(*)




TINGGALKAN KOMENTAR