•   25 February 2024 -

5 Perusahaan Batu Bara Paling Moncer, Raup Laba Bersih di atas Rp 10 Triliun

Ekonomi - Redaksi
08 Maret 2023
5 Perusahaan Batu Bara Paling Moncer, Raup Laba Bersih di atas Rp 10 Triliun Ilustrasi tambang batu bara/Adaro Energy

KLIKKALTIM.COM - Sepanjang tahun 2022 sejumlah emiten batu bara membukukan laba bersih di atas 10 triliun. Ada 5 perusahaan publik yang paling menguntungkan bahkan bersaing dengan nama besar perbankan. 

Melansir dari Cnbc Indonesia, kelima emiten bisnis yang paling moncer di tahun lalu meliputi ; 

1. Adaro Energy Indonesia

Adaro Energy Indonesia (ADRO) tercatat sebagai emiten dengan laba bersih tertinggi atau mencapai Rp 44,01 triliun. Angka tersebut bahkan lebih besar dari raihan emiten paling berharga di Indonesia dari sisi kapitalisasi pasar, Bank Central Asia (BBCA), yang laba bersihnya tahun lalu nyaris menembus Rp 41 triliun.

Tidak hanya itu margin laba bersih (NPM) perusahaan juga terdongkrak tajam akibat lonjakan harga batu bara global. NPM Adaro tahun lalu nyaris mencapai 35%, naik signifikan dari catatan tahun sebelumnya 25,76%.

2. Bayan Resources

Emiten milik Low Tuck Kwong, Bayan Resources (BYAN) yang meski belum melaporkan kinerja setahun penuh, namun dalam sembilan bulan pertama tahun lalu torehan labanya telah mencapai Rp 24,81 triliun. Sementara itu, secara kumulatif dalam empat kuartal terakhir (LTM), laba bersih BYAN tercatat mencapai Rp 33,81 triliun.

3. United Tractors

Emiten yang tergabung dalam konglomerasi Grup Astra, United Tractors (UNTR), yang laba bersihnya tahun lalu melonjak 117% menjadi Rp 22,78 triliun. Sebagai catatan, selain bergerak di sektor penambangan batu bara, bisnis utama perusahaan termasuk penyediaan alat berat yang ikut merasakan durian runtuh akibat peningkatan permintaan oleh perusahaan tambang selama reli komoditas berlangsung.

4. Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Emiten milik taipan asal Thailand pemilik Banpu Group. Laba bersih Indo Tambangraya Megah (ITMG) tercatat melonjak 176% menjadi Rp 18,68 triliun tahun lalu.  Induk dari Indominco Mandiri itu mencatatkan kinerja operasional perusahaan juga semakin efisien dengan NPM tahun lalu naik menjadi 33% dari sebelumnya 23%.

Catatan laba bersih UNTR dan ITMG tersebut lebih besar dari pada Bank Negara Indonesia (BBNI) yang tahun lalu juga melonjak tajam, naik 68% menjadi Rp 18,48 triliun.

5. Bukit Asam 

Terakhir ada emiten tambang batu bara BUMN, Bukit Asam (PTBA), yang sepanjang tahun lalu mencatatkan kenaikan laba bersih 59% menjadi Rp 12,78 triliun. Sebagai catatan, laba bersih tersebut lebih besar dari pada gabungan laba bersih Unilever Indonesia (UNVR) dan Bank Syariah Indonesia (BRIS).

Sumber : Cnbc Indonesia




TINGGALKAN KOMENTAR