Wisuda ke-16 Unijaya Bontang, 154 Mahasiswa Resmi Sandang Status Sarjana
Rektor dan Dosen Universitas Trunajaya Bontang bersama Walikota Bontang Neni Moerniaeni beserta tamu undangan berfoto usai prosesi wisuda 154 sarjana angkatan ke-16 Unijaya Bontang di Hotel Grand Equator, Sabtu 11 Agustus 2018.(Dok Humas Pemkot/Hayat)
KLIKKALTIM.COM - Wajah sumringah terpancar dari mahasiswa, keluarga, dan civitas Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang. Perguruan Tinggi pertama di Kota Taman itu menggelar wisuda ke-16 bagi 154 sarjana Ilmu Ekonomi, Hukum, dan Teknik, di Hotel Grand Equator, Sabtu 11 Agustus 2018.
Acara yang dihadiri Walikota Bontang Neni Moerniaeni, jajaran Forkopimda, segenap alumnus Unijaya, serta beberapa perwakilan perguruan tinggi beserta unsur pendidikan itu berlangsung khidmat hingga akhir prosesi sakral ini.
Sebanyak 154 wisudawan dan wisudawati tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi 81 orang, Fakultas Hukum 26 orang, dan Fakuktas Teknik 47 orang. Sampai saat ini, tercatat sudah 2.700 alumnus berhasil menyandang gelar sarjana di Universitas paling bergengsi di Kota Taman sejak awal berdirinya.
Rektor Unijaya Bontang, Chairul Rahman, SE, MM mengucap terima kasih dan selamat kepada wisudawan yang telah menempuh proses pendidikan selama berkuliah. Unijaya Bontang memiliki peran penting sebagai wadah pendididkan yang turut menciptakan SDM berkualitas di Kota Taman. Jenjang pendidikan tinggi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah dibutuhkannya tenaga yang handal dan berkompeten bagi berbagai peluang pekerjaan.
Informasi terkini, kata Dia, di Kalimantan tercatat ada sebanyak 167 perguruan tinggi negeri maupun swasta, Unijaya Bontang berada di peringkat ke-8. Sebuah prestasi membanggakan Kota Taman, karena mampu bersaing dengan ratusan perguruan tinggi lain dengan mencetak lulusan terbaik yang siap menyongsong dunia kerja.
"Kepercayaan masyarakat Kota Bontang terhadap Unijaya Bontang terus tumbuh. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah mahasiswa, jika tahun lalu berhasil menyerap 124 orang, tahun ini mencapai 157. Semoga tiap tahunnya semakin meningkat," tuturnya.
Unijaya Bontang berkomitmen berusaha melengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan bagi mahasiswa. Ia berharap ilmu yang diterima mampu diimplementasikan di masyarakat atau di dunia kerja.
"Teruskan belajar dan jangan berhenti di sini, pintu pendidikan akan terus terbuka bagi mereka yang berkemauan kuat menggapainya. Semoga Unijaya terus eksis dan menjadi yang terbaik dan terus menjadi rujukan mahasiswa di Bontang," tutupnya.
Sementara itu, perwakilan wisudawan dari Fakultas Ekonomi, Brian Salvianton berkesempatan menyampaikan kesan dan pesan selama menempuh jenjang pendidikan di Unijaya Bontang.
"Kami yakin dan percaya, segala kompetensi dan ilmu yang telah diterima ini siap untuk dikembangkan. Kami hanya butuh dua hal, kepercayaan dan kesempatan," ujarnya.
Ia mengaku bangga kepada rekan-rekan yang tidak pernah datang telat di jam kuliah walaupun jarak tempat tinggalnya jauh dari kampus. Dalam kesempatan itu, mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati angkatan ke-16 ini memohon maaf dan berterima kasih kepada civitas kampus terutama dosen-dosen, staf sekretariat, organisasi kemahasiswaan, hingga semua rekan mahasiswa Unijaya Bontang.
Universitas Trunajaya memiliki dua reputasi, lanjut Dia, sebagai kampus pertama di Bontang dan kampus yang paling diminati.
"Kami selalu bangga menjadi keluarga besar Unijaya Bontang," ucapnya.
Pada acara ini, perwakilan dosen Universitas Trisakti Jakarata, Prof. Dr. Hj. Fanda Jaspar. M.E turut menyampaikan pidato ilmiahnya. Adapula Ketua Yayasan Pendidikan Miliana Bontang yang diwakili oleh Drs. Eko Setyo, M.Si berlanjut perwakilan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Nazib, S.Sos. Ditutup sambutan dari Walikota Bontang Neni Moerniaeni, S. POG.
Walikota Neni mengaku bangga kepada para wisudawan-wisudawati. Dunia pendidikan mampu menciptakan SDM berkualitas yang turut membantu mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Bontang.
Acara ini dijadikannya momen memberi motivasi kepada para sarjana muda. Dijelaskannya menuntut ilmu itu tidak mengenal usia, semangatlah yang harus terus dipupuk.
"Melalui pendidikan, kita dapat melangkah maju seperti negara-negara tetangga kita. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Kita boleh jadi sarjana, tetapi kualitas yang paling utama," ketanya. (Inforial)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: