Wawali Kaget Anak Buahnya Terseret Kasus Korupsi; Imbau Pegawai Hati-Hati Kelola Anggaran

BONTANG- Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengaku kaget salah satu pejabatnya terseret kasus korupsi. Ia mengingatkan agar seluruh pegawai lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah.
Berkaca dari kasus ini, Wawali AH pun telah meminta pemerintah untuk lebih selektif dalam melaksanakan program perjalanan dinas, seperti Bimbingan Teknis (Bimtek).
"Ini cukup rawan. ASN itu menggunakan uang rakyat jadi harus bijak. Jangan sampai dana itu justru digunakan secara semberono," ucap Agus Haris kepada Klik Kaltim.
Lebih lanjut pria yang kerap di sapa AH ini meminta contoh kasus ini menjadi peringatan kepada pejabat agar lebih disiplin dalam bekerja.
Wawali juga menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH). "Jadikan pembelajaran. Jangan main-main sama hukum," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang mengendus dugaan korupsi dengan modus perjalanan dinas fiktif. Kasus rasuah ini melibatkan pejabat di lingkungan Pemkot Bontang.
Sejumlah pejabat dan saksi-saksi bahkan sudah dimintai keterangan. Sembari proses itu berjalan, Kejari juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari lembaga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kepala Kejaksaan Negeri Bontang Pilipus Siahaan menargetkan proses penetapan tersangka akan dilakukan pada akhir September 2025.
"Kami tengah mendalami 1 kasus dugaan perjalanan dinas fiktif. Ini sudah mau naik ke penyidikan. Tunggu saja ada kejutan, karena melibatkan pejabat," ucap Pilipus Siahaan.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: