•   31 January 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Warga Tolak Pembangunan Batching Plant di Tanjung Laut Indah: Hidup Sudah Sengsara karena Debu

Bontang - M Rifki
30 Januari 2026
 
Warga Tolak Pembangunan Batching Plant di Tanjung Laut Indah: Hidup Sudah Sengsara karena Debu Lokasi pembangunan batching plant di kawasan RT 14 Tanjung Laut Indah.

BONTANG – Aktivitas pembangunan batching plant baru di Kelurahan Tanjung Laut Indah menuai protes warga. Keberadaan pabrik produksi beton tersebut dinilai merugikan masyarakat, khususnya yang bermukim di RT 11 dan RT 14.

Penolakan muncul karena jarak lokasi pabrik dengan permukiman warga hanya sekitar 10 meter. Bahkan, terdapat stok pile berupa tumpukan koral yang diletakkan sangat dekat dengan rumah penduduk.

Warga RT 11, Burhan, mengungkapkan aktivitas industri itu telah berlangsung sejak akhir 2025. Namun, menurutnya, pihak perusahaan tidak pernah melakukan koordinasi ataupun sosialisasi kepada warga yang terdampak langsung.

Ia menyebut pembangunan fisik dilakukan secara tiba-tiba. Meski izin disebut telah dikantongi, Burhan menilai seharusnya ada persetujuan atau setidaknya pemberitahuan kepada masyarakat sekitar.

“Tiba-tiba dibangun sekitar tanggal 20-an Januari. Dalam tiga hari instalasi sudah terpasang tanpa ada sosialisasi,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (30/1/2025).

Keluhan serupa disampaikan Hasriani, warga RT 14. Ia khawatir operasional batching plant nantinya akan meningkatkan debu serta kebisingan mesin produksi yang dapat mengganggu waktu istirahat warga.

Selain itu, lalu lalang truk pengangkut material disebut telah menimbulkan getaran hingga menyebabkan retakan pada rumahnya.

“Sudah 10 tahun saya tinggal di sini, baru kali ini ada pembangunan seperti ini. Kami khawatir anak-anak yang terdampak,” tuturnya.

Warga RT 14 lainnya, Odo, mengatakan rumahnya merupakan yang paling dekat dengan lokasi pembangunan. Setiap truk melintas, ia merasakan getaran tanah yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

{[2}}

Ia juga mempertanyakan proses perizinan pembangunan tersebut karena sosialisasi kepada warga sekitar dinilai belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Kami jelas menolak. Sosialisasi baru dilakukan di kelurahan tadi (hari ini), itu pun setelah banyak warga bersuara. Seharusnya dibangun jauh dari permukiman. Di sini saja sudah berdebu, masa mau ditambah lagi,” pungkasnya.

Saat ini klikkaltim masih berupaya melakukan konfirmasi pada pihak pemilik pabrik batching plant. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR