•   04 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Warga Bontang Ramai-ramai Unggah Tagihan Air Membengkak hingga Rp2 Juta, Perumda Beri Penjelasan

Bontang - M Rifki
03 April 2026
 
Warga Bontang Ramai-ramai Unggah Tagihan Air Membengkak hingga Rp2 Juta, Perumda Beri Penjelasan Layanan pembayaran tagihan air bersih Perumda Tirta Taman.

BONTANG – Warga Bontang ramai-ramai mengunggah tagihan air yang membengkak hingga berkali lipat di media sosial. Bahkan, beberapa pelanggan mengaku harus membayar hingga jutaan rupiah.

Kenaikan ini terjadi setelah tarif air bersih resmi naik pada April 2026, sesuai Surat Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/85/PSDA/202. Dalam aturan tersebut, tarif dibagi ke dalam beberapa kelompok, mulai dari sosial, rumah tangga, hingga sektor usaha, dengan skema bertingkat berdasarkan volume pemakaian.

Klik Kaltim menelusuri sejumlah bukti pembayaran yang beredar di media sosial. Dari temuan tersebut, mayoritas lonjakan tagihan dipicu oleh tingginya konsumsi air.

Misalnya, ada pelanggan yang harus membayar hingga Rp2 juta setelah menggunakan 181 meter kubik air dalam sebulan. Sementara itu, pelanggan lain tercatat membayar hampir Rp700 ribu dengan pemakaian mencapai 67 meter kubik.

Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman, Suramin, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi yang beredar. Ia menyebut, sebagian besar keluhan berasal dari pelanggan dengan tingkat konsumsi air yang tinggi.

Karena itu, pelanggan diminta segera melapor ke kantor Perumda Tirta Taman agar penyebab lonjakan tagihan dapat ditelusuri lebih lanjut.

“Banyak faktor. Bisa karena kebocoran pipa, atau satu meter digunakan untuk beberapa kebutuhan seperti usaha atau rumah sewa,” ujarnya.

Untuk meringankan beban pelanggan, Perumda juga memberikan opsi pembayaran secara mencicil. Di sisi lain, evaluasi terus dilakukan terhadap temuan tagihan yang meningkat drastis.

Masyarakat pun diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kenaikan tagihan tanpa pengecekan lebih lanjut.

“Contohnya di Loktuan, ada satu meter yang juga digunakan untuk beberapa rumah kontrakan,” tambahnya.






TINGGALKAN KOMENTAR