Tagihan Air 'Meledak' saat Dicek Ternyata Disambungkan ke 10 Rumah; Begini Simulasi Ideal Tiap Rumah
Kantor Perumda Tirta Taman di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang.
BONTANG- Warga banyak protes pasca pemberlakuan tarif dasar air bersih per April 2026. Kendati demikian Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Bontang menemukan keganjalan.
Direktur Perumda Tirta Taman Suramin fakta itu didapat pasca pelanggan yang memprotes didatangi rumahnya untuk dicek meteran air.
Saat di lokasi rupanya petugas mendapati didapat 1 meteran warga justru digunakan untuk usaha tempat menginap atau kos-kosan.
Kemudian banyak juga ditemukan pemakaian yang tidak wajar. Bisa jadi akibat pipa rumah tangga mengalami kebocoran. Atau pemilik rumah boros penggunaan air.
Padahal, anjuran BPKP tercatat setiap aliran meteran maksimal digunakan 4 jiwa. Atau penggunaan paling tidak sebanyak 20 kubik per bulan. Dalam perhitungan lain 20 kubik itu setara dengan 100 drum.
Untuk golongan rumah tangga 1,2 dan 3 paling tidak pelanggan hanya Rp116 ribu. Itu sudah termasuk dengan pembiayaan administrasi tetap senilai Rp11.500 per meteran.
"Satu-satu kami datangi yang kritik melalui laman medsos. Pas kami datangi justru dia pakai 1 meteran air untuk 10 kamar kos milik pelanggan itu. Nah itu kan tidak wajar. Makanya mengalami kenaikan tarif," ucap Suramin.
Suramin menjelaskan, semakin tinggi konsumsi air maka pembayaran akan membengkak. Di atas 20 kubik warga akan mendapatkan tarif air yang cukup tinggi.
Terlebih pengelompokan penggunaan air diberlakukan oleh PDAM untuk melakukan subsidi silang. Semisal di kategori rumah tangg 1,2 dan 3.
"Kalau memakai dengan jumlah yang wajar mereka tidak kenak progresif. Diatas 30 kubik pembayaran tanpa subsidi jumlahnya di atas Rp5 ribu pernkubik," sambungnya.
Perumda Tirta Taman memprediksi pada bulan depan pembayaran rumah tangga pelanggan akan berkurang drastis. Mengingat warga akan lebih berhemat air dan tidak lagi membayar dengan jumlah membengkak.
Suramin juga menyiapkan layanan pembayaran mencicil. Hal itu untuk memastikan pelanggan tidak perlu membayar tunggakan dengan nilai berlipat ganda.
"Semua keluhan pelanggan kami akomodir. Bahkan kalau bayar nya besar akan di beri krmudahan mencicil," sambungnya.
Berikut simulasi pembayaran berdasarkan penggunaan 20 kubik per bulannya.
- Kelompok Rumah Tangga 1
Kapasitas penggunaan 20 kubik per bulan
Bayarnya 27.500 + 47.500 +11.500 = Rp per bulan 86.500 - Kelompok Rumah Tangga 2
Kapasitas penggunaan 20 kubik per bulan
Bayarnya 36.250 + 56.500+ 11.500 = 104.000 - Kelompok Rumah Tangga 3
Kapasitas penggunaan 20 kubik per bulan
Bayarnya 43.750 + 61.250+ 11.500 = 116.500
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: