Vaksin MR di Bontang Berlanjut Sembari Tunggu Sertifikasi MUI
Para orangtua murid SDN 005 Bontang Utara mendengarkan sosialisasi vaksin MR, Sabtu (11/8) pagi. (ALPI/KLIKBONTANG)
KLIKKALTIM.COM - Puskesmas Bontang Utara II terus mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksin campak dan rubella kepada para murid. Salah satunya para murid SD Negeri 005 Bontang Utara, Sabtu 11 Agustus 2018 pagi.
Sasaran sosialisasi ditujukan kepada seluruh orang tua murid, mulai kelas 1 sampai kelas 6 SD, untuk diberikan penjelasan mengenai penyakit campak maupun rubella.
“Karena masih banyak informasi belum jelas didapatkan oleh masyarakat melalui internet, maka dari itu kami melakukan sosialisasi ini untuk memberikan penjelasan yang sebenarnya terkait vaksin campak dan rubella,” jelas Nesia, salah satu dokter di Puskesmas Bontang Utara II.
Sosialisasi ini dianggap perlu sebelum vaksin diberikan kepada anak-anak. Mengingat berbagai kontroversi yang ada membuat para orangtua khawatir melakukan vaksinasi terhadap anak mereka.
Salah satu kekhawatiran masyarakat yakni pemberitaan terkait efek samping vaksin MR. Nesia menjelaskan bahwa sebelum menyetujui vaksinasi, orangtua harus mengetahui benar kondisi anak sendiri. Selain itu, perlu diperhatikan pula riwayat penyakit yang pernah diderita selama ini kemudian alergi yang diidap. "Jadi perlu disampaikan langsung kepada petugas vaksin sebelum disuntik," tambahnya.
Sosialisasi ini pun juga membahas soal kehalalan vaksin. Pun tidak sedikit orang tua yang menanyakan kandungan atau komposisi apa sebenarnya yang ada di balik vaksin MR tersebut. Melihat situasi ini Nesia menyampaikan bahwa tidak masalah apabila ingin menunggu fatwa MUI dikeluarkan baru melakukan vaksin, tapi tetap akan dimulai vaksinasi 28 Agustus mendatang.
“Bagi yang ingin memvaksin anaknya silahkan bertanda tangan, tapi bagi yang belum mau juga kami tidak memaksakan,” jelas Nesia.
Pertimbangannya mengapa tetap akan dilakukan vaksin, pertama surat ederan dari pemerintah setempat menyampaikan bahwa vaksin tetap dilanjutkan sembari menunggu keputusan MUI, kemudian yang penting vaksin dilakukan untuk memutus rantai penularan virus campak dan rubella. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: