•   30 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tutup HKG ke-50 Kaltim, Wagub: PKK jadi Ujung Tombak Cegah Stunting

Bontang - Redaksi
02 Agustus 2022
 
Tutup HKG ke-50 Kaltim, Wagub: PKK jadi Ujung Tombak Cegah Stunting Pemukulan kentungan sebagai tanda pencanangan BBGRM ke-19 2022.

KLIKKALTIM - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi resmi menutup peringatan HKG-PKK ke 50 tingkat Provinsi Kaltim dan BBGRM ke 19 yang dilaksanakan di gedung Dome, Rabu (3/8/2022).

Kegiatan penutupan tersebut dirangkai dengan pengumuman pemenang lomba PKK untuk memperingati HKG ke-50. Pemberian penghargaan kepada juara lomba BBGRM ke-19 dan pemukulan kentungan sebagai tanda pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-19 2022. Serta, penyerahan piala bergilir kepada pemenang lomba PKK.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua 1 TP PKK Kaltim Erni Makmur, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Bupati Berau Sri Junarsih, Plt Bupati PPU Hamdam, Bupati Kutai Barat FX Yapan, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Serta, TP PKK dari 10 kabupaten/kota.

 

Menurut Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, TP PKK merupakan gerakan yang baik. Karena membantu pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah.

Salah satunya, dengan menjadi ujung tombang dalam penurunan angka stunting di Kaltim, maupun Indonesia. Mengingat, saat ini angka stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen. Sementara, Kaltim berada di angka 22,8 persen.

 

“Meskipun angka stunting Kaltim masih di bawah nasional. Namun, Pak Presiden memerintahkan penurunan sesuai standar WHO. Oleh karena itu, kita memiliki waktu 2 tahun untuk menurunkan angka stunting dari 22,8 persen menjadi 14 persen,” terangnya saat ditemui awak media usai kegiatan penutupan HKG ke-50 dan BBGRM ke-19.

 

Ia menjelaskan, dalam menurunkan angka stunting ini, ibu-ibu memiliki peran yang sangat penting. Terutama ibu-ibu PKK dan posyandu. Untuk menyisir dan memberikan edukasi mengenai stunting dan pencegahannya.

Kepada 3 kelompok masyarakat yang rentan akan stunting, yaitu remaja menjelang menikah, ketika hamil dan menyusui. “Jadi 3 kelompok masyarakat ini harus mendapatkan perhatian serius. Baik melalui TP PKK atau Pemprov Kaltim melalui dinas kesehatan. Ini kewajiban kita untuk menurunkan angka stunting,” kata dia.

Dia juga memberikan ucapan selamat kepada Kutai Timur yang telah menjadi juara umum lomba-lomba pada peringatan HKG PKK ke 50 Provinsi Kaltim.

“Selamat selamat telah menang dalam lomba-lomba TP PKK. Sebelumnya juara satu Balikpapan dan sekarang diserahkan ke Kutai Timur,” ucap Hadi.

Tuan rumah yang juga Ketua TP PKK Kota Balikpapan Hj Nurlena sekaligus Panitia pelaksana HKG menyampaikan sambutan dan melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan selama dua hari kemarin.

Kegiatan ini diikuti sekitar 800 kader PKK dan LPM se Kalimantan Timur. Kegiatan ini bukan hanya diisi oleh lomba-lomba namun rapat kordinasi TP PKK se Kaltim , senam sehat, jogging trek dan penanaman pohon dilakukan di Kebun Raya Balikpapan. Sedangkan untuk lomba defile  dan yel-yel menurut Hj Nurlena merupakan pertama kali dilaksanakan pada HKG ke 50.

“Dan mendapatkan respon dari seluruh peserta,” ucapnya dalam sambutan.

Selain itu juga digelar rapat kordinasi LPM se Kalimanta Timur sudah digelar di Hotel Grand Sinyiur Balikpapan pada Selasa (2/8).

“Yang menghasilkan beberapa kesepakatan dengan tujuan mensejahterakan masyarakat yang ada dalam salah satu lirik LPM yang berbunyi LPM berkarya masyarakat sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan, kegiatan peringatan HKG PKK ke-50 sangat meriah. Bahkan ajang untuk para anggota saling bertukar pikiran. Sehingga program atau keberhasilan di daerah lain bisa dibagikan untuk diadopsi.  

Selain itu dia juga menekankan untuk peran dalam PKK dalam mencegah stunting. Pasalnya, persoalan ini telah mendapat instruksi dari presiden langsung. Dimana angka kasus stunting secara nasional harus turun menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang.

“Ajang ini menjadi sarana untuk bertukar pikiran dan berbagai pengalaman. Apa yang baik di daerah lain, bisa diaplikasikan di Kota Bontang. Begitu pula sebaliknya,” tuturnya.

 




BERITA TERKAIT


TINGGALKAN KOMENTAR