Siswa dan Guru SDN 012 Bontang Selatan Diduga Keracunan, MBG Disetop
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra. (Klik Kaltim).
BONTANG – Kasus dugaan keracunan yang menyebabkan keluhan mual dan muntah usai menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 012 Bontang Selatan mulai diselidiki.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Bontang mencatat sedikitnya 12 siswa dan guru mengalami keluhan mual dan muntah setelah menyantap menu MBG pada Rabu (5/8/2026).
Merespons kejadian itu, SPPG langsung menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG Bontang Utara 2 ke SD Negeri 012 Bontang Selatan hingga proses investigasi rampung.
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang telah diambil Dinas Kesehatan Kota Bontang.
"Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar kami menentukan langkah selanjutnya," kata Surya kepada awak media, Kamis (6/8/2026).
SPPG mencatat ada 12 orang yang dilaporkan mengalami mual dan muntah. Meski begitu, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
"Ada 12 orang yang terindikasi mengalami keluhan mual dan muntah. Kami masih investigasi, jadi mohon bersabar. SPPG Bontang Utara 2 sebagai penyuplai dihentikan sementara aktivitasnya ke SD Negeri 012 Bontang Selatan," ujarnya.
Diketahui, MBG di sekolah tersebut dipasok oleh SPPG Bontang Utara 2 yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api. Menu yang disajikan saat itu terdiri dari ayam goreng serundeng, tumis buah pepaya, tahu goreng, dan buah kelengkeng.
Usai menerima laporan, tim SPPG langsung mendatangi sekolah dan para penerima manfaat untuk melakukan penelusuran awal terkait munculnya keluhan tersebut.
Surya menyebut kejadian ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah kerjanya. Jika nantinya ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP), sanksi penghentian operasional sementara akan diberlakukan.
"Sekarang sanksinya tegas. Kalau tidak menjalankan SOP sampai muncul kasus, pasti dihentikan," tegasnya.
Sementara itu, Mitra SPPG Bontang Utara 2, Rahmawati, memastikan proses distribusi makanan pada hari kejadian telah mengikuti SOP yang berlaku.
Menurutnya, makanan mulai dimasak sekitar pukul 07.00 Wita dan didistribusikan ke SD Negeri 012 Bontang Selatan sekitar pukul 10.00 Wita. Keluhan baru diterima sekitar pukul 14.00 Wita atau empat jam setelah makanan diantar.
Karena itu, menurut Rahmawati, belum bisa disimpulkan bahwa keluhan mual dan muntah tersebut disebabkan oleh MBG. Seluruh proses masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium.
"Sudah sesuai SOP. Makanan dimasak pukul 07.00 Wita. Saat dimasukkan ke ompreng juga kami pastikan sayurnya tidak dalam kondisi panas agar tidak mudah basi," ungkap Rahmawati.
Sebelumnya, sejumlah wali murid mengeluhkan anak-anak mereka mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG. Informasi tersebut kemudian ramai beredar di media sosial.
Salah seorang wali murid mengaku melihat beberapa siswa mengeluh sakit perut dan muntah saat dijemput dari sekolah. Di rumah, ia juga mendapati grup Paguyuban Kelas 1 SD Negeri 012 Bontang Selatan dipenuhi laporan serupa dari orang tua siswa.
"Anak saya memang tidak makan MBG. Tapi teman-teman sekelasnya banyak yang kena. Grup paguyuban juga langsung ramai," tuturnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: