Ratusan Guru di Bontang Segera Pensiun; Ancaman Krisis Pendidik di Depan Mata, AH Minta Dinas Gercep
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris
BONTANG- Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera mengatasi ancaman krisis guru.
Disdikbud Bontang mencatat setidaknya 100 ASN-nya akan masuk masa purna tugas pada 2026. Mayoritas mereka ialah tenaga pengajar dan administrasi.
AH meminta 2 OPD ini harusnya bisa Gerak Cepat (Gercep) mengatasi masalah ini. Ia menawarkan skema mempekerjakan para sarjana guru yang telah memiliki sertifikasi dan saat ini sedang menganggur.
Sembari juga dengan menjalankan proses rekruitmen dari Pegawai Pemerintah dengan Perjannian Kontrak (PPPK). "Harusnya bisa ditanganin. Jangan tunggu krisis dulu baru cari solusi," ucap Agus Haris.
Lebih lanjut, dampak krisis guru ini merupakan masalah yang penting. Mengingat Bontang saat in sedang giat membenahi SDM.
BKPSDM juga musti mengusulkan jumlah formasi yang ideal. Berbekal dengan analisis beban kerja di setiap sekolah.
"ABK ini jadi acuan. Jadi kalau seleksi tidak sedikit. Harus sesuai dengan kebutuhan juga," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyebutkan bahwa ratusan ASN tersebut terdiri dari tenaga administrasi, pendamping, hingga tenaga pengajar.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan kekurangan guru di banyak satuan pendidikan. Bahkan terdapat guru yang harus merangkap mata pembelajaran dalam memberikan fasilitas ke murid.
“Saat ini kami masih melakukan penghitungan kebutuhan guru untuk mengisi kuota yang kosong. Tahun depan jumlah pensiun cukup banyak, sehingga dampaknya besar bagi layanan pendidikan,” jelas Safa, Jumat (28/11/2025).
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: