•   04 February 2023 -

Proyek Drainase Justru Sebabkan Banjir, Komisi III: Kerja Pemkot Tak Terstruktur

Bontang - M Rifki
08 Desember 2022
Proyek Drainase Justru Sebabkan Banjir, Komisi III: Kerja Pemkot Tak Terstruktur Proyek di Jalan R Suprapto, Bontang Baru, Bontang Utara tergenang banjir/ ist- Klik Kaltim. 

KLIKKALTIM.COM - Ketua Komisi III DPRD Amir Tosina mengkritik pengerjaan proyek Pemkot Bontang tanpa perencanaan dan tak terstruktur dengan baik. 

Misalnya soal proyek pembangunan saluran drainase dan trotoar di Jalan R Suprapto, Bontang Baru, Bontang Utara. Kini jalan itu harus tergenang banjir karena tidak ada saluran pembuangan ke arah sungai. Sejatinya Pemkot telah mengerjakan pembuatan sodetan untuk pembuangan ke arah sungai Ahmad Yani. Namun belakangan proyek senilai Rp 200 juta itu dihadang persoalan lahan. 

Celakanya proyek pembangunan saluran drainase dan trotoar di Jalan R Suprapto tadi sangat bergantung dengan sodetan tersebut. Pasalnya, pengerjaan terhambat genangan banjir setiap hujan turun. Proyek drainase yang niatnya untuk mencegah justru terkesan sia-sia saat ini, karena justru memperparah banjir.  

Melihat kondisi tersebut, Amir menilai perencanaan hingga eksekusi tidak terstruktur dengan baik. Imbas dari kekacauan tersebut bukan hanya menimpa pelaksana proyek drainase, akan tetapi masyarakat yang harus kembali dibuat tidak nyaman akibat semakin tingginya banjir.     

"Itu juga saya selalu sampaikan. Harusnya perencanaan sudah matang dan terstruktur. Jadi proyek yang dikerjakan biar bermanfaat," ucap Amir Tosina kepada Klik Kaltim, Kamis (8/12/2022). 

Baca juga : Proyek Drainase di R Suprapto Tanpa Saluran Pembuangan, Air Menggenang saat Hujan

Selain itu, Amir Tosina juga menyoroti soal rubuhnya turap yang baru berusia tiga tahun. Harusnya, dari perencanaan hingga kontraktor pelaksana sudah memperhitungkan kekuatan turap.

"Saya sampaikan ini meski harus menelan pil pahit. Kalau salah yah kita akan kritik. Makanya dimatangkan dulu itu perencanaan baru mengerjakan fisiknya," terangnya. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Bontang Anwar Nurddin mengatakan, ada dua alternatif untuk membuat saluran pembuangan ketika banjir di kawasan Jalan R Suprapto. 

Pertama dengan membuat sodetan mulai dari Kantor Unit BRI, menuju ke sungai belakang. Kedua, membuat saluran pembuangan langsung ke sungai yang ada di jembatan Jalan Ahmad Yani. 

"Akhirnya, alternatif pertama dengan membuat sodetan dikerjakan dengan anggaran Rp 200 Juta. Namun, pengerjaan itu harus terhenti sementara karena persoalan lahan," terang Anwar. 

Kata Anwar, jika hingga akhir Desember 2022 tidak ada kepastian. Alternatif membuat pembuangan air ke Sungai Jalan Ahmad Yani akan dilakukan. Namun, baru bisa dikerjakan pada 2023 mendatang. Karena, perencanaannya baru akan rampung di akhir tahun ini. Disinggung soal anggaran dirinya belum bisa menyebutkannya. 

"Alternatif itu memungkinkan dillakukan. Tapi di awal 2023 mendatang baru pengerjaan fisiknya. Paling tidak diakhir tahun ini bisa dilelang perencanannya," sambungnya. 

Lebih lanjut, PUPRK mengklaim jika dengan adanya proyek drainase dan trotoar itu sudah mengurangi volume genangan air saat hujan deras. 

Misalnya wilayah belakang Hotel Raodah di Jalan R Suorapto tidak lagi tergenang banjir. Karena air dari jalan raya bisa masuk ke saluran drainase. 

"Pasti berkurang itu dampak banjirnya. Kemarin ketua RT setempat berikan apresiasi ke kami kalau air tidak lagi masuk ke gang warga," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR