•   01 April 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Warga Miskin di Bontang Padati Bankaltimtara Ambil BLT Rp 900 Ribu/Orang

Bontang - M Rifki
31 Maret 2026
 
Warga Miskin di Bontang Padati Bankaltimtara Ambil BLT Rp 900 Ribu/Orang Warga mengantre untuk membuka virtual acount BLT di Bankaltimtara, Selasa (31/3/2026). (Klikkaltim)

BONTANG – Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 461 warga miskin di Kota Bontang akhirnya mulai dicairkan pada Selasa (31/3/2026). Pencairan tahap awal ini menyasar tiga kelompok prioritas, yakni lanjut usia (lansia), anak yatim terlantar, dan penyandang disabilitas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga tampak mengantre untuk mengurus pencairan bantuan melalui pembuatan Virtual Account (VA) di Bank Kaltimtara.

Untuk proses administrasi, para penerima diwajibkan membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), serta dua lembar materai Rp10 ribu sebagai syarat perbankan. 

Setiap penerima mendapatkan BLT Rp300 ribu/bulan. ini berarti mereka akan mendapatkan total dana sebesar Rp 900 ribu, karena penyaluran BLT dirapel untuk pembayaran di bulan Januari-Maret (tiga bulan). 

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap. Para penerima nantinya dapat mencairkan dana melalui VA yang telah diterbitkan.

“Bantuan yang diterima ini untuk tiga bulan sekaligus, yakni Januari, Februari, dan Maret 2026. Saat ini masih untuk tiga kategori dulu. Sementara kategori fakir miskin lainnya masih menunggu harmonisasi Perwali,” ujar Toetoek.

Data penerima BLT tersebar di 15 kelurahan. Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 234 orang. Disusul Bontang Utara sebanyak 167 orang, dan Bontang Barat 60 orang.

Salah satu penerima, Agustina Jama, warga Kelurahan Tanjung Laut RT 31 yang menderita stroke ringan, tampak sumringah saat menerima bantuan tersebut. Ia datang didampingi suaminya.

Suami Agustina mengaku bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Di KK hanya satu orang, padahal saya juga sudah 60 tahun dan mengurus istri yang sakit. Uang ini kami pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR