Pemotor Nekat Terobos Area Penebangan Pohon di Jalan HM Ardans, Terjatuh Tertimpa Dahan
angkapan layar pemotor yang terjatuh saat penebangan pohon di Jalan HM Ardans. (Ist)
BONTANG – Kecelakaan terjadi saat proses penebangan pohon di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kamis (11/6/2026) pagi.
Insiden itu melibatkan seorang pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan seorang pelajar. Keduanya terjatuh setelah menerobos area penebangan pohon yang sedang berlangsung.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Satimpo, Rahmad, mengatakan saat kejadian terdapat pekerjaan pemotongan pohon yang dilakukan untuk mendukung proyek pembangunan drainase di sisi kiri jalan, tidak jauh dari Simpang Empat Hidayatullah.
Menurutnya, petugas di lapangan saat itu tengah bersiap merebahkan pohon. Namun, pengendara motor tetap melintas meski proses penebangan sedang berlangsung.
“Ketika pohon direbahkan, pengendara yang berboncengan dengan anak sekolah itu tetap menerobos. Akibatnya mereka ikut terjatuh saat pohon tumbang,” ujar Rahmad.
Korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Rahmad menilai pihak kontraktor perlu meningkatkan standar keselamatan kerja di lokasi proyek. Menurutnya, selain menempatkan petugas pengatur lalu lintas, kontraktor juga harus memasang rambu dan papan peringatan yang jelas agar pengendara mengetahui adanya aktivitas penebangan pohon.
“Seharusnya ada papan pemberitahuan dan pengamanan yang lebih maksimal. Petugas di lapangan juga harus benar-benar menghentikan kendaraan saat proses penebangan berlangsung,” katanya.
Kelurahan Satimpo berencana memanggil pihak kontraktor untuk melakukan evaluasi terkait prosedur keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Edi Suprapto, menyatakan akan memanggil dan menegur kontraktor pelaksana agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja di lapangan.
Menurut Edi, pihak kontraktor sebenarnya telah menempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas selama proses penebangan pohon berlangsung. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, pengendara yang menjadi korban tetap nekat menerobos area pekerjaan.
"Memang sudah ada petugas yang berjaga di lokasi. Tapi pengendaranya tetap menerobos," kata Edi.
Diketahui, proyek pembangunan drainase tersebut dikerjakan oleh CV Riu Bangun Nusa dengan nilai kontrak mencapai Rp13,3 miliar. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: