•   02 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Pembangunan Waduk Kanaan Dilanjutkan

Bontang - Inara Dafina
08 Agustus 2018
 
Pembangunan Waduk Kanaan Dilanjutkan Desain proyek waduk Kanaan yang rencananya akan dikerjakan.

KLIKKALTIM.COMProyek pembangunan Waduk Kanaan bakal dilanjutkan. Lahan yang sebelumnya menjadi adangan diklaim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah diselesaikan.

Waduk memang berdiri di hutan lindung. Dengan alasan itu pula, bantuan Rp 15 miiliar dari Pemprov Kaltim pada 2015 tidak terserap. “Sekarang sudah APL (area penggunaan lain,” kata Kepala Dinas PUPR Tavip Nugroho.

Dikatakan Tavip, pihaknya mengusulkan anggaran kelanjutan proyek waduk pada APBD 2019. Sebesar Rp 16 miliar. Rupiah itu digunakan untuk pengerukan. Mengingat permukaannya sudah lebih tinggi dari sungai. Selain itu dilakukan juga sejumlah pembenahan. Seperti turap dan pintu air.

Agar anggaran itu bisa sepenuhnya terpenuhi, dia mengaku akan berkoordinasi dengan DPRD Bontang. Terutama anggota Badan Anggaran (Banggar). “Waktu pertemuan kan dewan sudah komitmen untuk mendukung. Semoga saja tidak dicoret,” tuturnya.

Sementara terkait sorotan terkait minimnya anggaran penanganan banjir, Tavip mengaku bahwa sejatinya Dinas PUPR sudah menyusun sejumlah program. Terbagi dalam tiga bagian. Jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Penurapan dan normalisasi itu masuk jangka pendek. Itu yang setiap tahun kami lakukan,” terangnya.

Namun, dia mengaku belum semua Sungai Bontang yang mengalir ke dalam kota dilakukan normalisasi. Hanya bagian yang dianggap strategis. “Tapi itu terus berproses,” katanya.

Sebelum diberitakan, Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan menyoroti terkait tidak terserapnya anggaran untuk pembangunan Waduk Kanaan. Pada 2015, ungkap dia, Pemprov Kaltim memberikan bantuan Rp 15 miliar. Namun, tidak bisa digunakan, karena waduk berada di areal hutan lindung.

Di sisi lain, sebelum bantuan itu turun, pemkot sudah melakukan serangkaian kegiatan. Termasuk pengerukan dan pembuatan pintu air. “Itu kan makan anggaran. Seharusnya pemerintah mengajukan pinjam pakai dulu. Sembari meminta APL (area penggunaan lain),” jelasnya. (*)




TINGGALKAN KOMENTAR