•   11 March 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Mesin Kapal Mati Di Tengah Laut, Tiga Pemancing Asal Guntung Dievakuasi BPBD

Bontang - Asriani
11 Maret 2026
 
Mesin Kapal Mati Di Tengah Laut, Tiga Pemancing Asal Guntung Dievakuasi BPBD Tim BPBD saat mengevakuasi kapal pemancing warga Guntung.

Bontang - Tiga warga Kelurahan Guntung berhasil dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang setelah kapal yang mereka gunakan untuk memancing mengalami kerusakan mesin di tengah laut, Rabu (11/03/2025) siang.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar perairan Pulau Segajah, tepatnya di deretan kapal tanker.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail menuturkan, ketiga pemancing itu diketahui bernama Saipul (42), Hairul (38), dan Zulkarnain (33). 

"Mereka merupakan warga Jalan Tari Jepen RT 11, Kelurahan Guntung," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/03/2026).

Dia bilang, ketiganya berangkat memancing dari Pelabuhan Loktuan sekitar pukul 08.00 WITA pagi. Mereka menuju wilayah perairan BUI 1 yang berada di sekitar Pulau Segajah untuk mencari ikan.

Namun sekitar pukul 11.00 WITA siang, mesin kapal yang mereka gunakan tiba-tiba mengalami kendala sehingga tidak dapat berfungsi. Akibatnya, kapal mereka terombang-ambing di tengah laut dan tidak bisa kembali ke daratan.

“Sekitar pukul 16.00 WITA mereka melaporkan kondisi tersebut melalui layanan darurat 112. Setelah menerima laporan, tim BPBD langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi,” ujarnya.

Tim BPBD kemudian menuju titik lokasi menggunakan perahu evakuasi dan menemukan ketiga pemancing tersebut di sekitar deretan kapal tanker dekat Pulau Segajah.

Setelah proses pencarian, ketiganya berhasil dievakuasi dan dibawa kembali ke Pelabuhan Loktuan dalam kondisi selamat.

Diakhir ia mengimbau, warga yang beraktivitas di laut agar selalu memastikan kondisi kapal, terutama mesin, sebelum berangkat. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat apabila mengalami kendala di tengah laut agar dapat segera ditangani petugas.

"Segera melaporkan melalui laporan darurat 112," jelasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR