Mengaku Tak Dibayar PT Torindo, Pemborong Ancam Bongkar Pipa Jargas
Basri (paling kanan) selaku pemborong rekondisi galian Jargas dan Baba Aprilia mantan karyawan PT Torindo memberikan keterangan kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Kamis 9 Agustus 2018. (Foto: Ichwal Setiawan/Klikbontang)
KLIKKALTIM.COM – Sejumlah pemborong mengancam membongkar jaringan gas (Jargas) rumah tangga yang sudah dibangun PT Torindo. Mereka kesal karena kontraktor pembangunan jargas itu belum membayar para pemborong dan sejumlah karyawan.
“PT Torindo berjanji akan melunasi setelah pekerjaan selesai. Dua minggu langsung bayar, tapi ini sudah 5 bulan lebih tak ada kejelasan pembayaran,” kata pemborong tenaga kerja Basri kepada wartawan saat menggelar jumpa pers di Jalan P Suryanata, Kamis (9/8) siang.
Basri mengatakan, dia mendapatkan pekerjaan dari PT Torindo untuk kegiatan rekondisi. Lubang-lubang galian pipa ditutup kembali. Pihaknya mengaku telah menyelesaikan seluruh pekerjaan yang diminta. Namun, hingga sekarang pihak penyedia kerja tak kunjung membayar tagihannya.
Tagihan yang harus dibayarkan PT Torindo sebesar Rp 500 juta. Sebagai pemborong, Basri mengaku meminjam modal untuk melakukan pekerjaan. Makanya saat ini dia tertekan akibat diburu pemilik modal. Apalagi ditambah dengan bunga utang yang terus berjalan. Bukannya untung, dia mengaku buntung karena PT Torindo lepas komitmen.
“Saya diminta untuk menutup lubang-lubang hasil galian di dua tempat, Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah. Saya kerahkan 10 orang pekerja saya. Setelah selesai tak ada kejelasan kapan pembayaran,” ungkapnya.
Basri mengaku bukan hanya dirinya yang dikibuli PT Torindo, 6 orang pemborong pekerjaan serupa juga mengalami hal serupa. Mereka pun telah meminta agar pelunasan dilakukan segera untuk mengembalikan modal para pemborong.
“Sampai ada yang kabur ke luar Bontang karena diteror sama pemberi modal,” ungkapnya.
Dia mengultimatum pihak Torindo segera melunasi tunggakannya dalam kurun satu bulan. Apabila tuntutannya tak dipenuhi, pihaknya mengancam bakal membongkar pipa jargas yang telah tertanam.
Sementara itu, mantan karyawan PT Torindo Baba Aprilia mengaku hasil keringat selama bekerja belum seluruhnya dilunasi. Pihaknya mengklaim perusahaan masih berhutang kepada dia sebesar Rp 5 juta atas pesangon yang belum dilunasi.
Baba bersama 30 orang rekanya pun telah meminta mediasi ke Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Perizinan & PTSP (DPMTK &PTSP) Kota Bontang. Namun, hanya segelintir yang mendapat pelunasan, sisanya masih tertahan.
Dia pun mengaku bakal ikut membongkar pipa jargas yang telah dikerjakannya. Selain itu, Baba dan rekannya melarang aktivitas penyambungan jargas ke kompor sebelum pembayaran mereka terpenuhi.
Dikonfirmasi terpisah, perwakilan PT Torindo Jaya Sakti, Asrul bergeming. Dirinya mengaku masih berada di luar kota. Nanti setelah berada di Bontang pihaknya bakal mengklarifikasi pernyataan pemborong dan pekerja.
“Saya masih di luar kota, tunggu saja saya pulang. Besok (Jumat (10/8)saya sudah di Bontang,” singkatnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: