Larangan Salat Id di Masjid Tebang Pilih, BW: Pasar dan Ramayana Ramai

Bontang - Noviyanto Rahmadi
20 Mei 2020
Larangan Salat Id di Masjid Tebang Pilih, BW: Pasar dan Ramayana Ramai Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang

KLIKKALTIM.COM -- Larangan pelaksanaan salat Idulfitri di masjid-masjid dinilai tebang pilih. 

Pasalnya, aktivitas masyarakat di pusat-pusat keramaian cukup tinggi. Namun, tidak mendapat perhatian pemerintah. 

Anggota DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang menilai kebijakan pelaksanaan salat Id di rumah harus dikoreksi pemerintah. 

"Ini pasar ramai, plaza taman ramayanan ramai. Tapi dilarang salat. Padahal kan kalau salat itu orang mandi dulu, lebih bersih ketimbang pergi belanja," ujar BW sapaan akrabnya kepada wartawan. 

Bakhtiar mengusulkan agar pelaksanaan salat Id bisa digelar di masjid-masjid. Namun, harus mendapat pengawasan serta fasilitas pendukung. 

Misalnya, setiap jamaah diwajibkan mengenakan masker. Sebelum memasuki pelataran masjid mereka disemprot cairan disinfektan. 

Petugas pun siaga di lokasi, untuk memastikan protokol kesehatan betul-betul dipraktikkan oleh para jamaah. 

"Nanti jamaah bawa sajadah masing-masing, wajib pakai masker, dan siapkan bilik disinfektan, toh anggaran untuk Covid-19 kan besar," ungkap politisi Nasdem ini. 

Menurutnya, beberapa daerah pun menggelar pelaksanaan salat Id secara berjamaah. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan daerah kawasan hijau atau masih terkendali bisa menggelar salat Id.

"Nah ini harus jadi pertimbangan pemerintah, kalau memang harus disterilkan tempat salat untuk pastikan tidak ada jamaah dari luar wilayah setempat pasti bisa warga tutup aksesnya," tandasnya. 

Ia berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan populis untuk warga salat Id saat lebaran nanti. 

 

TINGGALKAN KOMENTAR