Kesadaran Jaga Lingkungan Rendah, Picu Tren DBD Meningkat
Ilustrasi/internet
KLIKKALTIM.COM – Ini peringatan bagi warga Bontang. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meneror. Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes &KB) Bontang, jumlah kasus demam berdarah hingga Juli sebanyak 130 kasus. Tren peningkatan kasus ditengarai karena rendahnya kesadaran warga menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Bontang Selatan, yakni 59 kasus. Disusul Kecamatan Bontang Utara sebanyak 53 kasus. Sedangkan di Kecamatan Bontang Barat terjadi 18 kasus.
“Sejauh ini kami sudah melakukan upaya pencegahan di titik-titik yang rawan kasus DBD,” kata Diana Nurhayati, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana belum lama ini.
Diana mengatakan, selain karena daerah endemik penyebaran DBD, pola hidup masyarakat pun berpengaruh terhadap tren meningkatnya jumlah penderita DBD. Dirinya mengatakan, pola hidup bersih di lingkungan masyarakat belum massif. Inilah alasan tingginya populasi nyamuk Aedes Aegypti.
Dia mengaku, pemutusan rantai DBD hanya bisa dilakukan dengan memutus siklus hidup perkembangbiakan nyamuk mematikan ini. Sebab itu titik-titik tumbuh jentik nyamuk harus segera diberantas. Upaya ini diyakini mampu menekan jumlah penderita.
“Peningkatan pesat bisa terjadi apabila kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap PHBS,” ujar Diana. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: