•   18 August 2022 -

Kelabui Sistem Pabrik, Begini Modus Tersangka Penggelapan CPO

Bontang - M Rifki
19 Juni 2022
Kelabui Sistem Pabrik, Begini Modus Tersangka Penggelapan CPO Dua oknum sopir yang menjadi tersangka penggelapan CPO diamankan Polres Bontang/Ist-Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Modus operandi 2 orang tersangka penggelapan Crude Palm Oil (CPO) di PT Energi Unggul Persada diungkap polisi. 

Keduanya mengakali sistem timbangan. Sedianya para sopir harus timbang sebanyak 2 kali, saat datang dan keluar pabrik. 

Namun, para oknum sopir ini hanya menimbang sekali saja untuk menghindari pencatatan. 

Asisten Manager External Relations PT EUP Jayadi mengatakan, kecurigaan adanya praktik kecurangan sudah sejak seminggu lalu. 

Klik Juga : Polres Bontang Tangkap 2 Sopir Truk, Gelapkan Bahan Baku Minyak Goreng Rp 120 Juta

Ada 4 truk yang didapati hanya menumpahkan setengah muatannya. Setengahnya lagi dibawa diam-diam keluar pabrik. 

"Memang sudah dicurigai. Jadi tadi malam setelah kedapatan 4 truk yang hanya mengisi setengah dari muatan. Kami langsung laporkan ke Polres Bontang," kata Jayadi, kepada Klik Kaltim, Minggu (19/6/2022). 

Ganti Plat Nomor 

Polres Bontang menangkap dua tersangka berinisial BK (39) warga domisili Kota Samarinda, dan tersangka AS (49) warga Kutai Timur. 

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea mengatakan, modus operandi penggelapan CPO dengan mengganti plat kendaraan truk. 

Mereka, setelah menurunkan muatan kepada PT EUP harusnya keluar area dengan dibuktikan surat muatan kosong. 

Tetapi, bukannya langsung ke tempat penimbangan ke 4 truk ini memutar balik kendaraan dan mengganti nomor plat di parkiran. 

"Modusnya dengan mengganti plat kendaraan. Namun, belum sempat keluar mereka berhasil dihadang pihak keamanan PT EUP," kata Iptu Bonar. 

Saat ini Polres Bontang masih melakukan penyelidikan kasus penggelapan CPO. Selain itu juga memburu dua oknum truk yang kabur saat proses penangkapan. 

"Jadi masih kita kembangkan. Masih ada dua orang yang menjadi DPO," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR