Hari Pertama PPKM Jilid II di Bontang, Petugas Hukum 13 Pelanggar Prokes

Bontang - Revo Adi M
01 Februari 2021
Hari Pertama PPKM Jilid II di Bontang, Petugas Hukum 13 Pelanggar Prokes Pelanggar prokes membacakan surat pernyataan untuk tidak kembali melanggar Prokes.

KLIKKALTIM.COM - Pelaksanaan hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II di Bontang masih ditemui pelanggar protokol kesehatan. Koordinator Patroli PPKM, Pujianto mengatakan, masih banyak ditemukan masyarakat di Bontang yang melanggar protokol kesehatan (prokes) mencegah penularan COVID-19.

Saat melakukan patroli menuturkan masih banyak menemukan pelanggaran berupa masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak saat beraktivitas.

"Masih banyak yang melanggar, rata-rata tidak menggunakan masker," ujarnya. Selasa (1/2/21).

Dalam operasi yang di mulai pukul 08.00 WITA tersebut petugas sudah mencatat belasan pelanggar Prokes.

"Sampai saat ini masih 13 orang yang kita catat dan berikan teguran," ungkapnya.

Operasi digelar di sepanjang wilayah Bontang Selatan dan Bontang utara, dengan Petugas patroli sebanyak 23 personil diturunkan, 15 dari Satpol PP, dan delapan dari TNI/Polri.

Bagi pelanggar prokes tersebut diberikan teguran, masker, dan kertas kuning untuk dibaca, yang berisi surat pernyataan untuk tidak melanggar Prokes. Selain itu juga, mereka yang melanggar dikalungkan badge bertuliskan 'Pelanggar Protokol Kesehatan'.

R salah satu pelanggan prokes Covid-19 mengaku kapok dan akan mematuhi prokes yang ada.

"Malu, apalagi direkam dan banyak orang, kapok saya sudah tidak pake masker,"

Pujianto menambahkan bahwa, patroli PPKM akan terus dilakukan sampai 14 Februari 2021, sebagai upaya menekan angka penyebaran COVID-19

"Kita rutin lakukan patroli, sesuai aturan Perwali," ujarnya.

Patroli dilakukan tidak hanya menyasar warga yang kedapatan di pinggir jalan tidak kenakan masker. Tetapi, juga fokus kepada pengunjung di toko-toko maupun rumah makan atau cafe yang buka di siang hari.

"Nanti menyisir warung-warung yang tidak patuhi protokol kesehatan," tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR