•   09 May 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Fakta-fakta Insiden Pohon Mangga Terungkap; Tim Inafis Polres Bontang Gelar Reka Adegan dengan Rekan Korban

Bontang - M Rifki
09 Mei 2026
 
Fakta-fakta Insiden Pohon Mangga Terungkap; Tim Inafis Polres Bontang Gelar Reka Adegan dengan Rekan Korban Petugas dari Satreskrim Polres Bontang melakukan pra rekonstruksi di TKP maling mangga (Klik Kaltim). 

BONTANG - Sat Reskrim Polres Bontang melakukan pra reka adegan insiden maling mangga yang terjatuh dari pohon kemudian dinyatakan meninggal pasca mendapatkan perawatan medis Selasa (5/5) lalu. 

Polisi membawa Mr yang juga rekan dari korban saat beraksi mengambil mangga di Gang Bersama 7, RT 32, Api-Api. 

Dari rangkaian peristiwa terungkap, mulanya Mr dan Ri (meninggal) tengah bermain domino. Di tengah permainan, Mr mengajak Ri beli rokok menggunakan motor. 

Di perjalanan mereka melintas di Gang Bersama 7-tempat kejadian perkara- di jalan ini, Ri meminta agar ditemani untuk mengambil mangga. 

"Di tempat awal ambil plastik. Korban mengaku minta temanin ambil mangga. Padahal di awal mau beli rokok," ucap M saat memperagakan kejadian malam itu. 

Dari pantauan media, reka adegan ke-7 hingga adegan ke-10 memuat niatan sampai aksi panjat mangga. 

Kata Mr di lokasi, saat itu korban yang memanjat mangga sedangkan dirinya menunggu di motor tak jauh dari lokasi. Tiba-tiba aksi keduanya ketahuan pemilik dan langsung disoraki maling. 

Menyadari aksinya ketahuan, Mr langsung tancap gas. Sedangkan temannya yang panik lompat namun terjatuh dari pohon menghantam pagar. Kejadian ini terekam dalam reka adegan ke-10 hingga 15. 

Langkah seribu Mr terjadi di reka adega 16 hingga 18 seperti yang diperagakan di hadapan polisi. 

Di lokasi terdapat Kanit Tindak Pidana Umum Ipda Markus. Di sana ia menerangkan pra rekonstruksi ini dilakukan sebagai bahan penyelidikan. 

"Jadi penyidik tahu cerita utuh dari rekan korban," kata Ipda Markus.






TINGGALKAN KOMENTAR