•   13 October 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

DLH Uji Sampel dan Telusuri Sumber Pencemaran di Perairan Beras Basah

Bontang - M Rifki
12 Oktober 2026
 
DLH Uji Sampel dan Telusuri Sumber Pencemaran di Perairan Beras Basah Tim DLH mengambil sampel air di Pulau Beras Basah yang diduga tercemar. (Ist)

BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang melakukan uji sampel air laut di perairan Beras Basah yang diduga tercemar limbah minyak. 

Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo, mengatakan pengambilan sampel dilakukan di beberapa lokasi pada Sabtu (10/10/2026). Selanjutnya, sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium milik DLH Bontang.

Proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena harus dilakukan sejumlah indikator uji, termasuk untuk mengetahui tingkat kontaminasi limbah dan kandungan zat dalam sampel air tersebut.

“Laporan langsung kami tindak lanjuti. Sampelnya masih dicek. Kalau hasilnya sudah keluar, akan diinformasikan,” ucap Heru.

Selain itu, DLH juga menelusuri perairan Beras Basah untuk mendeteksi aliran yang diduga membawa material menyerupai minyak bercampur oli.

Sementara itu, untuk penindakan lebih lanjut, DLH Bontang akan menyampaikan laporan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebab, wilayah laut hingga 12 mil dari garis pantai, termasuk perairan di sekitar pulau-pulau kecil, berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

“Provinsi Kaltim akan kami laporkan juga,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, laut di perairan Bontang diduga tercemar pada Sabtu (10/10/2026) dini hari. Dugaan pencemaran akibat material menyerupai minyak dan oli tersebut juga telah dilaporkan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar-Ekraf) Bontang.

Kepala Disporapar-Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan informasi awal diterima dari pedagang di Pulau Beras Basah. Petugas Disporapar kemudian melakukan pemantauan di lapangan sejak pagi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, air laut di kawasan tersebut diduga bercampur material menyerupai minyak. Namun, jenis material yang ditemukan belum dapat dipastikan.

Informasi mengenai dugaan pencemaran tersebut telah dilaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang dan Kepala DLH Bontang untuk ditindaklanjuti.

“Saya sudah dapat laporan dari anggota. Ini kami langsung meneruskan informasi tersebut,” ucap Eko.






TINGGALKAN KOMENTAR