Dinas PUPR Beber Alasan Drainase Baru di Jalan Awang Long Tak Efektif saat Hujan
Kondisi genangan saat hujan di Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (15/4). (Dok)
BONTANG- Proyek drainase Rp 2 miliar yang baru dikerjakan tahun lalu di Jalan Awang Long belum efektif mengurai genangan saat hujan deras, Rabu (15/4) lalu.
Dari pantauan klikkaltim, saluran air dari jalan tak maksimal masuk ke dalam drainase karena terhalang lumpur dan sedimen. Walhasil, air menggenang di jalanan dengan ketinggian air sampai mata kaki orang dewasa.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang menilai penyebab banjir karena proyek yang dikerjakan hingga rampung. Seharusnya, drainase itu bisa dijadikan trotoar.
Namun, sepertinya kondisi ini akan kembali berulang karena tahun ini Dinas PUPR tak lagi menganggarkan proyek lanjutan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bontang Edy Prabowo mengatakan, alasan penyelesaian tidak dilakukan karena keterbatasan anggaran untuk di 2026 ini.
Anggaran Rp 2 miliar pada 2025 lalu hanya mampu mengakomldir pembangunan drainase saja. Mulai depan jembatan sampai ke Kantor Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun anggaran itu belum mencapai penyelesaian utuh. Karena trotoar diatasnya serta saluran pembuangan belum tuntas dikerjakan kala itu.
"Tahun ini tidak ada dianggarkan lanjutan. Memang itu belum selesai pengerjaannya," ucap Edy Prabowo kepada awak media.
Lebih lanjut, untuk penanganan banjir di Jalan Awang Long belum tuntas menyeluruh. Karena disisi berlawanannya masih perlu diperbaiki. Karena kondisi parit yang masih sempit.
Untuk pengerjaan lanjutan juga masih belum bisa dilakukan. Karena anggaran Pemkot Bontang masih terpangkas. Terlebih dana Infrastruktur pada 2026 ini juga mengalami konstraksi.
"Untuk kelanjutan seberangnya juga belum ada alokasi," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: