•   24 September 2021 -

Dikritik BLT Rp 250 Ribu Terlalu Kecil, Basri : Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah

Bontang - M Rifki
02 Agustus 2021
Dikritik BLT Rp 250 Ribu Terlalu Kecil, Basri : Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah Wali Kota Bontang Basri Rase menanggapi komentar dari Anggota DPRD terkait besaran BLT yang terlalu kecil/Asriani - Klik Bontang.

KLIKKALTIM - Wali Kota Bontang Basri Rase menanggapi kritik dari Anggota DPRD terkait besaran bantuan tunai yang dinilai terlalu kecil. 

Bantuan tunai senilai Rp 250 ribu dianggap sudah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

Basri mengaku tak bisa menambah jumlah bantuan seperti tahun lalu, karena kebijakan penganggaran sudah ditentukan. 

Berkaca dari tahun sebelumnya, bantuan yang disalurkan ke masyarakat senilai Rp 500 ribu, berupa uang tunai Rp 200 ribu dan sembako Rp 300 ribu. 

"Kalau tahun lalu kebijakan refocussing anggaran itu 50 persen (dari total APBD) kalau sekarang hanya 8 persen saja," ujar Basri kepada wartawan. 

Di samping kebijakan itu, beban belanja untuk tenaga kesehatan juga dibebankan ke APBD Bontang. Sebelumnya, biaya insentif bagi nakes dianggarkan langsung oleh Kementerian Kesehatan. 

"Dulu insentif nakes pusat yang bayar, sekarang kita," katanya lagi. 

Dia juga mengaku, banyak pos anggaran yang harus dipangkas akibat kebijakan dari pusat. 

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam menilai bantuan tunai bagi warga terdampak sebesar Rp 250 terlalu minum. 

Menurut politisi Golkar itu, pemerintah harus menambah besaran rupiah yang disalurkan ke warga. 

"Saya nilai itu kurang untuk kebutuhan mereka, karena saya juga penyintas COVID-19," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Bontang ini. 




TINGGALKAN KOMENTAR