•   31 August 2025 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Diduga Dipukul Guru, Murid SDN Bontang Selatan Dikeluarkan dari Kelas

Bontang - M Rifki
28 Agustus 2025
 
Diduga Dipukul Guru, Murid SDN Bontang Selatan Dikeluarkan dari Kelas Ilustrasi.

BONTANG – Dugaan kekerasan terhadap siswa kembali terjadi di lingkungan sekolah dasar. Kali ini menimpa seorang murid di SDN Bontang Selatan. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Kamis (21/8) sekitar pukul 10.00 Wita.

Orang tua korban mengaku saat itu hendak menjemput anaknya di sekolah. Saat menunggu, ia mendapat kabar bahwa anaknya tengah menangis di depan gerbang sekolah. Ia pun segera menghampiri sang anak.

Setelah ditanya, anak tersebut mengaku baru saja dipukul oleh wali kelasnya. Mendengar pengakuan itu, sang ibu sontak emosi dan berniat menemui guru yang bersangkutan.

Tak lama kemudian, guru yang dimaksud datang. Namun, bukannya memberi penjelasan, ia justru membentak dan memarahi wali murid tersebut dengan alasan merasa nama baiknya dicemarkan.

Akibat insiden ini, kondisi mental sang anak disebut terganggu. Bahkan, anak tersebut merasa takut jika harus bertemu kembali dengan guru tersebut. Parahnya lagi, sang anak disebut-sebut sempat dipaksa melepas bajunya oleh guru itu untuk diperiksa apakah terdapat bekas pukulan. Tindakan ini dianggap berlebihan oleh pihak orang tua.

“Saya sebenarnya hanya ingin bertanya baik-baik. Tapi guru itu langsung membentak saya. Anak saya menangis keras dan mengaku habis dipukul,” ungkap sang ibu.

Keesokan harinya, orang tua korban berencana mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. Namun, di hari yang sama, ia mendapat panggilan dari pengawas sekolah.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri kepala sekolah dan pengawas, disampaikan bahwa sang anak disarankan untuk tidak masuk sekolah terlebih dahulu sampai kondisinya pulih. Namun, hingga sepekan berlalu, belum ada kepastian kapan sang anak bisa kembali bersekolah.

Mirisnya, anak tersebut bahkan diminta mengembalikan buku paket pelajaran, seperti Matematika, Seni Rupa, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Kewarganegaraan. Ia juga dikeluarkan dari grup WhatsApp Paguyuban Kelas II.

“Anak saya mau ulangan. Jangan sampai dia justru tidak naik kelas karena masalah ini. Harapan saya, anak saya bisa kembali sekolah dan guru itu dipindah,” ujar ibunya.

Guru Sempat Lapor Polisi

Tak hanya itu, beberapa waktu setelah kejadian, ibu korban juga sempat didatangi pihak kepolisian. Ia dimintai keterangan terkait insiden tersebut karena guru yang bersangkutan melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.

Padahal, menurutnya, ia tidak berniat membawa perkara ini ke jalur hukum. Ia hanya ingin memperjuangkan keadilan agar anaknya bisa kembali mengenyam pendidikan dengan nyaman.

“Kok malah dia yang lapor polisi. Saya hanya menjelaskan kronologinya saja,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang mengaku tengah melakukan pendalaman. Penanganan kasus ini saat ini berada di tangan pengawas sekolah.

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, menyebut pihaknya telah menggelar pertemuan dengan kepala sekolah, wali murid, dan pengawas.

“Sudah kami tangani. Tapi untuk progresnya saya belum dapat kabar terbaru, nanti saya tanyakan,” ujarnya. (*)






TINGGALKAN KOMENTAR