Daya Tampung Polder Tanjung Laut 36 Ribu Liter Per Detik, Belum Mampu Atasi Banjir Kiriman
Lokasi pembangunan Polder Tanjung Laut.
BONTANG – Proyek pembangunan Polder Tanjung Laut senilai Rp38,5 miliar belum bisa menyelesaikan persoalan banjir kiriman dari hulu sungai.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPR Kota Bontang Edy Suprapto mengatakan, pembangunan polder kali ini hanya mampu mengurai masalah banjir yang disebabkan hujan di dua kelurahan, yakni Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.
Polder Tanjung Laut ini hanya bisa menampung sebanyak 36 ribu liter air per detik. Setiap kali berfungsi, pompa otomatis akan membuang air langsung ke laut di dekat Pasar Taman Rawa Indah.
"Ini masih untuk menangani banjir parsial yang disebabkan hujan. Misalnya di depan Surya Mart dan di depan SPBU Benain Tanjung Laut. Kalau banjir kiriman masih belum," ucap Edy.
Diketahui, proyek pembangunan polder tersebut memiliki kapasitas untuk menampung 36 ribu liter air per detik. Polder ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 mendatang.
Namun, pengoperasiannya belum maksimal karena saat ini hanya memiliki satu pompa pembuangan. Rencananya, penyempurnaan pembangunan baru akan diusulkan pada tahun berikutnya dengan estimasi biaya Rp10 miliar.
"Secara ideal memang harus ada dua rumah pompa. Tapi tahun ini baru mengakomodir satu. Kami usulkan pembangunan lanjutan Rp10 miliar," sambungnya.
Diketahui, sarana yang dibangun pada 2026 ini meliputi satu kolam retensi dibagi dua inlet, kemudian badan jalan untuk menginspeksi kondisi polder, pembangunan rumah pompa, serta jaringan instalasi pembuangan air.
Di lahan seluas 16 ribu meter persegi tersebut juga akan dibangun sarana dan prasarana pendukung, seperti jogging track yang dapat digunakan warga untuk berolahraga.
"Tetapi jogging track nanti tahun depan," pungkasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: