•   04 December 2021 -

Basri Minta Dana Stimulan RT Tak Dibelanjakan Tenda & Kursi Lagi

Bontang - M Rifki
23 November 2021
Basri Minta Dana Stimulan RT Tak Dibelanjakan Tenda & Kursi Lagi Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan pidatonya di Bimtek Dana Stimulan RT/M Rifki - Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Wali Kota Bontang Basri Rase minta agar anggaran untuk RT dibelanjakan untuk keperluan produktif. 

Basri mengingatkan agar Ketua RT tak lagi berbelanja kebutuhan non produktif, seperti tenda, kursi dan peralatan elektronik. 

Ke depan suntikan anggaran dari APBD ini, kata Basri, harus dimanfaatkan untuk mendukung program ekonomi kreatif. 

Di dalam sambutan Bimtek Dana Stimulan RT, Wali Kota Basri, menugaskan kepada 15 lurah se-Bontang agar dana stimulan RT dibelanjakan khusus untuk pengembangan industri rumah tangga. 

Seperti, pengerajin sepatu, tas, kuliner, produk lokal lainnya dan pengembangan pariwisata. 

Tidak seperti sebelum-sebelumnya, dimana setiap RT menggunakan anggaran stimulan untuk kebutuhan sarana dan prasarana, seperti, kursi dan tenda. 

"Pola pikir memanfaatkan stimulan juga harus kreatif. Dengan membeli alat pengembangan ekonomi lokal. Jangan lagi membeli perlengkapan yang tidak berkelanjutan," kata Basri saat menghadiri bimtek Program Stimulan RT di Gedung 3 dimensi, Selasa (23/11/2021). 

Basri menyebutkan, dana stimulan RT bisa dibelanjakan untuk mendukung program pengembangan industri rumah tangga. 

Klik Juga : Basri Pastikan Stimulan RT Berjalan, Begini Perbedaannya dengan Produta 

Sebagai langkah awal, anggaran bisa dimanfaatkan untuk belanja peralatan dan pelatihan industri kreatif. 

Di tahun berikutnya, mulai dilakukan produksi massal, seperti penyediaan perlengkapan sekolah akan diseragamkan menggunakan produk lokal. 

"Di awal kita ciptakan dulu SDM-nya, di tahun berikutnya baru kita produksi," ungkapnya. 

Basri menginginkan setiap Kelurahan harus memiliki ciri khas produk yang dihasilkan melalui program stimulan RT. Contohnya di Bontang Kuala bisa menjadi pilot project untuk pengembangan pembuatan sepatu. 

Klik Juga : Namanya Produta, Tapi Kok Enggak Rp 200 Juta? Ini Penjelasan Pemkot

"Setiap kelurahan memiliki kluster dan identitas produk. Meski berjalan ditengah pandemi covid-19 tidak mematahkan semangat dalam berusaha," pungkasnya. 

Di lokasi yang sama Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Bontang Amiruddin mengatakan, stimulan RT berjalan pada 2022 mendatang.

Sejalan dengan Wali Kota, ke depan tidak ada lagi usulan RT untuk membeli kebutuhan yang bersifat barang seperti tenda dan kursi. Semua akan berfokus pada pembangunan ekonomi setiap RT. 

"Kita upayakan berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan," pungkasnya.




TINGGALKAN KOMENTAR