•   24 September 2021 -

BNN Bontang Ungkap Jaringan Sabu 1 Kilogram, Napi di Lapas Kembali Terseret

Bontang - M Rifki
14 September 2021
BNN Bontang Ungkap Jaringan Sabu 1 Kilogram, Napi di Lapas Kembali Terseret Kepala BNN Provinsi Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana didampingi Wali Kota Bontang Basri Rase memusnahkan barang bukti jenis sabu/M Rifki-Klik Bontang

KLIKBONTANG- Badan Narkotika Nasional Kota Bontang menangkap salah satu jaringan sabu-sabu yang beroperasi di Kota Bontang. 

Petugas mendapat barang bukti sabu-sabu sebanyak 1 kilogram lebih dari tangan tersangka berinisial HRS.

Barang bukti itu disimpan di salah satu rumah di kompleks Pesona Bukit Sintuk Regency Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat di pengujung Agustus lalu. 

Kepala BNNK Bontang Widdy Harsono mengatakan, penangkapan dilakukan pada, Selasa (24/8/21) lalu. 

Pelaku ditangkap dengan barang bukti 6 paket sabu seberat 1.218,29 gram. 

"Satu poket besar narkotika jenis sabu dengan berat 1.005 gram. Selebihnya dikemas dalam paket sedang paling kecil 11,2 gram hingga 56 gram," ujar Kepala BNNK Widdy melalui siaran persnya. 

Usai penangkapan, petugas memburu jaringan HRS ini. Dari pengakuannya, barang haram ini diperoleh dari Tarakan, Kalimantan Utara yang diantar melalui jalur darat via Tarakan-Kutai Timur. 

Rencananya sabu jumbo ini akan diedarkan di Kota Bontang. 

Widdy melanjutkan, untuk memuluskan jalannya, pelaku mengaku bekerja sama dengan salah satu narapidana di dalam Lapas Kelas II A Bontang berinisial SDR. 

Berangkat dari keterangan HRS, petugas kemudian memintai keterangan SDR di Lapas Bontang. 

"HRS mengaku jika dirinya bekerja sama dengan oknum narapidana yang berada di Lapas Bontang melalui sambungan seluler," tambahnya. 

Kedua tersangka berikut barang bukti sudah diamankan petugas BNNK. Selanjutnya, petugas memburu pemasok barang haram ini di Tarakan sana. 

Widdy mengaku sudah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kaltara dan BNN Kota Tarakan untuk memburu pemasok. 

"Sudah diamankan, dan kita masih mengejar jaringan besarnya," tuturnya. 

Klik Bontang sudah mengkonfirmasi Kepala Lapas Bontang, Ronny Widiyatmoko ihwal kejadian ini. Tetapi, dirinya mengaku baru bisa berkomentar, Rabu (14/9/2021). 

"Besok siang saja saya gelar jumpa pers ya," ujar Ronny kepada wartawan. 




TINGGALKAN KOMENTAR