•   09 November 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Bikin Kumuh, Ketua RT Tertibkan Meja dan Kursi di Trotoar Bontang Kuala

Bontang - M Rifki
08 November 2026
 
Bikin Kumuh, Ketua RT Tertibkan Meja dan Kursi di Trotoar Bontang Kuala Lapak pedagang di trotoar Bontang Kuala yang berserakan dan membuat kawasan terlihat kumuh (Klik Kaltim).

BONTANG – Lapak pedagang di sepanjang trotoar kawasan Bontang Kuala ditertibkan Ketua RT 18, Takdir Mannang, pada Jumat (6/11/2026) sore.

Penertiban dilakukan lantaran sejumlah meja dan kursi milik pedagang dibiarkan berserakan di atas trotoar sehingga mengganggu pemandangan dan membuat kawasan terlihat kumuh.

Takdir mengatakan, para pedagang yang berjualan di atas trotoar sebenarnya sudah berulang kali diperingatkan agar tidak meninggalkan meja maupun perlengkapan dagangan di tengah jalur pejalan kaki.

Terlebih bagi pedagang yang sudah jarang berjualan, tetapi masih membiarkan lapaknya berada di lokasi tersebut.

Namun, teguran yang disampaikan berulang kali tidak kunjung diindahkan. Takdir akhirnya mengambil langkah tegas dengan memindahkan meja dan perlengkapan dagangan para pedagang.

Bahkan, sepekan sebelumnya, ia telah memberikan teguran secara lisan dan mendatangi langsung lokasi lapak untuk menyosialisasikan aturan tersebut.

Harapannya, para pedagang bisa lebih tertib dan tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat menyimpan perlengkapan dagangan.

"Sebenarnya sudah tidak boleh berjualan. Trotoar fungsinya untuk pejalan kaki. Bukan lapak. Tapi kok setelah diberi kelonggaran malah melunjak. Akhirnya saya tertibkan," ucap Takdir.

Lebih lanjut, Takdir mengaku langkah penertiban juga dilakukan setelah pihak Kelurahan Bontang Kuala meminta agar lapak-lapak yang mengganggu ketertiban segera ditertibkan.

Apalagi, mulai Sabtu (7/11/2026), Kota Bontang tengah menjalani penilaian Adipura dari pemerintah pusat.

Ia tidak ingin kondisi kawasan Bontang Kuala yang terlihat kumuh akibat ulah sejumlah pedagang justru berdampak terhadap penilaian kebersihan kota.

Meski begitu, pihak RT masih memberikan toleransi kepada pemilik lapak untuk mengangkut meja dan kursi mereka secara mandiri.

Namun, jika peringatan tersebut kembali diabaikan, pihaknya tidak segan membongkar lapak secara paksa.

"Mereka itu dari luar semua. Terus susah dihubungi. Mau ada penilaian Adipura, kasihan petugas kebersihan yang sudah susah payah menjaga kebersihan kota," sambungnya.






TINGGALKAN KOMENTAR