Bankeu Provinsi Kaltim ke Bontang hanya Rp 88 Miliar, Merosot Rp138 Miliar dari Tahun Lalu
Ilustrasi banjir di Bontang.
BONTANG – Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk Pemerintah Kota Bontang pada tahun 2026 mengalami penurunan signifikan. Tahun ini, Bontang hanya menerima alokasi sebesar Rp88 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Syahruddin, mengungkapkan bahwa nilai tersebut merosot tajam dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp226 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar Rp138 miliar.
Menurut Syahruddin, berkurangnya alokasi Bankeu ke daerah disebabkan oleh adanya pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat yang berdampak langsung pada kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Informasi yang kami terima, alokasi Bankeu untuk Bontang tahun ini hanya Rp88 miliar. Padahal tahun lalu mencapai Rp226 miliar,” ujar Syahruddin kepada awak media.
{[2}}
Meski mengalami penurunan, anggaran tersebut akan difokuskan untuk program penanggulangan banjir. Salah satu prioritas utama adalah penurapan sungai, yang merupakan kelanjutan dari program pada tahun-tahun sebelumnya.
Syahruddin menjelaskan, masih banyak aliran sungai di Kota Bontang yang belum memiliki tebing pengaman secara menyeluruh, baik di wilayah Bontang Barat, Bontang Selatan, maupun Bontang Utara.
“Kami masih menunggu rincian final, namun secara garis besar anggaran ini diarahkan untuk penanganan banjir,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Bontang masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam upaya pengendalian banjir, terutama terkait peningkatan daya tampung sungai serta pembangunan turap untuk mencegah rembesan air ke kawasan permukiman.
“Salah satu fokus infrastruktur kami adalah normalisasi Waduk Kanaan, agar air kiriman dapat tertampung dengan optimal,” pungkas Syahruddin.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: