Kuota 5 Persen Inklusi di SMPN 7 Bontang; Sekolah Siapkan Guru Pendamping
Kepsek SMP Negeri 7 Bontang Norhayati.
BONTANG- Kuota anak berkebutuhan khusus (ABK) di SMP Negeri 7 Bontang disiapkan sebesar 5 persen. Jalur inklusi ini dikhususkan bagi mereka yang dengan disabilitas namun tetap mendapat pendidikan yang sama.
Kepala SMP Negeri 7 Bontang, Norhayati menyampaikan, bahwa setiap tahun sekolah mendapatkan jatah penerimaan siswa inklusi sebesar lima persen dari total kuota yang tersedia.
“Tiap tahun memang ada kuota inklusi, biasanya lima persen. Tahun ini juga kami tetap menerima jika ada yang mendaftar,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (10/04/2026).
Ia jelaskan, tahun sebelumnya SMP Negeri 7 Bontang telah menerima satu siswa inklusi yang kini duduk di kelas tujuh. Siswa tersebut merupakan lulusan SD 012 Tenggarong dan tinggal di Rusunawa, sehingga memudahkan akses ke sekolah.
“Kalau tahun lalu ada satu siswa inklusi, sekarang masih di kelas tujuh. Rumahnya juga dekat, jadi orang tuanya lebih mudah antar jemput,” bebernya.
Disinggung perihal pendampingan khusus dari orang tua, Norhayati bilang, peran pendamping dilakukan oleh guru internal, terutama dari guru Bimbingan Konseling (BK).
Dia jelaskan, endekatan yang dilakukan bersifat fleksibel sesuai kebutuhan siswa inklusi. Jika siswa merasa tidak nyaman berada di dalam kelas, guru memberikan ruang sementara sebelum dilakukan pendampingan lanjutan.
“Biasanya kalau anak inklusi merasa tidak betah di kelas, kami biarkan dulu. Nanti guru BK akan memanggil dan memberikan pembinaan secara bertahap,” jelas Norhayati.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: