BPBD Bontang Tekankan Pentingnya Manajemen Kepanikan saat Jadi Relawan Bencana
Staf Pranata Pencarian dan Pertolongan, BPBD Bontang Ariyanto (kanan) saat menyampaikan materi.
Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, menekankan pentingnya sosialisasi dan pelatihan bagi relawan bencana, khususnya kalangan muda.
Tujuannya, para relawan memiliki manajemen kepanikan dan prosedur keselamatan yang tepat saat melakukan aksi penyelamatan di lapangan.
Kepala Pelaksanan BPBD Bontang, Usman melalui Staf Pranata Pencarian dan Pertolongan, Ariyanto mengungkapkan, urgensi pelatihan ini berkaca pada insiden memilukan di sebuah pondok pesantren beberapa bulan lalu.
Saat itu, seorang santri yang berniat menolong temannya yang tenggelam justru ia menjadi korban jiwa. Korban diduga langsung melompat ke air tanpa persiapan dan perhitungan teknis, sehingga terjebak dalam situasi yang sama dengan korban pertama.
Kata dia, ingginya jiwa kemanusiaan tanpa dibekali kompetensi dasar sering kali membuat seseorang mengabaikan keselamatan diri sendiri. Menurutnya, semangat menolong tidak boleh berdiri sendiri tanpa pertimbangan risiko nyawa.
"Kami memberikan doktrin, khususnya kepada anak muda. Rasa kemanusiaan kita sering terlalu tinggi hingga mengabaikan nyawa sendiri. Padahal, ada hal yang lebih penting, yaitu memastikan diri kita aman sebelum menolong orang lain," ungkapnya.
Dia menambahkan, rasa panik saat menghadapi situasi darurat adalah hal yang manusiawi. Namun, melalui pelatihan, relawan diajarkan untuk memiliki panik yang terkendali.
Petugas penyelamat pun tetap merasakan kekhawatiran, tetapi mereka dibekali arah dan prosedur yang jelas untuk mengontrol tindakan di bawah tekanan.
Selain faktor mental, pihaknya juga menyoroti pentingnya kerja kolektif. Relawan dilarang keras melakukan aksi individual atau solo dalam operasi penyelamatan. Dalam sebuah tim, pembagian peran antara pemimpin, eksekutor, hingga koordinator berfungsi sebagai sistem pengaman.
Apabila bekerja dalam tim, saat satu orang melakukan kesalahan atau error, anggota lain bisa saling mengingatkan dan menutupi kekurangan tersebut.
"Makanya mengapa sosialisasi ini penting, untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban dari pihak penolong," jelasnya.
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.com dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: