•   03 May 2024 -

Inforial DPRD Bontang

Amir Tosina Minta Manajemen Perbaiki Sumber Bau Busuk di Basement BCM

Advertorial - Redaksi
21 November 2023
Amir Tosina Minta Manajemen Perbaiki Sumber Bau Busuk di Basement BCM Rombongan Komisi III DPRD Bontang saat meninjau basment di BCM/dok klik kaltim

KLIKKALTIM.COM – Akar masalah aroma tak sedap di pelataran parkir gedung Bontang Citimall akhirnya terungkap. Kunjungan Komisi III DPRD Bontang mengungkap penyebab bau busuk berasal dari pembuangan air di areal basement gedung.

Dari kunjungan tersebut, pihaknya menemukan bau limbah berasal dari tumpukan sedimen selokan yang bercampur air limbah. Hal itu yang kemudian menjadi keluhan warga RT 24 dan RT 25 Kelurahan Tanjung Laut yang bermukim di area BCM. Lantaran limbah mal diduga dibuang ke drainase permukiman warga.

Hal itu diperkuat tatkala rombongan Komisi III DPRD dan berbagai instansi pemerintah mendapati aroma menyengat yang berasal dari limbah mal tercium memenuhi area parkiran besmen.

“Laporan warga benar adanya. Ini saja bau limbahnya menyengat sekali. Padahal di area besmen. Bagaimana nasib warga yang berdampingan langsung,” ucap Amir.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendapati endapan sekitar satu meter di saluran drainase warga. Sehingga ketika hujan parit cepat penuh dan menyebabkan banjir. Amir mengaku, keluhan warga mengenai persoalan limbah bukan kali pertama ia terima. Melainkan sudah tiga bulan terakhir.

“Tolong manajamen mal segera selesaikan permasalahan ini. Kalau seperti ini enggak ada pengunjung yang mau parkir di sini. Warga juga sangat terganggu,” sebutnya.

Sementara itu, Manajer BCM Herdito mengakui bahwa limbah yang berasal dari mal mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Kemudian, pihaknya sempat mengalami kendala teknis pada sistem pengelolaan limbah. Sehingga limbah masih mengeluarkan aroma menyengat.

Mengenai pembuangan, lanjut dia, pihaknya pun tengah melakukan proses perbaikan. Baik dari bak penampungan, tangki pengolahan, sampai hasil pembuangan.

“Kami berkomitmen untuk segera membenahi ini. Soal sistem pengelolaannya kami sesuaikan. Tidak lagi dibuang ke parit, melainkan dimanfaatkan untuk area taman,” tandasnya.

Sebagai informasi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPRK, Dinas Perkimtan, Bapelitbang, Camat Bontang Selatan, Ketua RT 24 dan Ketua RT 25 turut hadir dalam kunjungan lapangan tersebut.




TINGGALKAN KOMENTAR