Gandeng Yayasan Baiturrahman, UPZ Baznas Pupuk Kaltim Bina Mualaf se-Kota Bontang

Society - Syafril D
18 Oktober 2019
Gandeng Yayasan Baiturrahman, UPZ Baznas Pupuk Kaltim Bina Mualaf se-Kota Bontang Ketua UPZ Baznas Pupuk Kaltim Nur Sahid (tengah) bersama Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase dan pengurus Yayasan Baiturrahman, secara simbolis salurkan bantuan sembako kepada perwakilan Mualaf (Foto: Klikkaltim.com)

KLIKKALTIM.COM - Optimalkan pembinaan terhadap umat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Pupuk Kaltim bekerjasama dengan Yayasan Baiturrahman gelar pembekalan bagi ratusan Mualaf se-Kota Bontang, menghadirkan Kepala Divisi UPZ Baznas Ustadz Faisal Qosim di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (18/10/2019) pagi.

Kegiatan dirangkai penyaluran paket sembako bagi 300 Mualaf yang hadir, dari zakat karyawan Pupuk Kaltim yang terkumpul melalui UPZ Baznas. Tiap paket terdiri dari 5 Kilogram (Kg) beras, mie instan, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu.

"Program ini wujud sinergi UPZ Baznas Pupuk Kaltim dengan Yayasan Baiturrahman, melalui pembinaan akidah umat khususnya Mualaf sebagai salah satu pondasi utama Dinul Islam," ujar Wawan Ari Susanto, mewakili pengurus Yayasan Baiturrahman Bontang.

Kedepan, pembinaan pun kata Wawan tak hanya pada tataran akidah, namun juga menyasar pembinaan ekonomi umat melalui pemberdayaan menuju kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut pun sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang dalam menciptakan kemandirian masyarakat, guna mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

"Melalui kerjasama aktif antara UPZ Baznas Pupuk Kaltim dan Yayasan Baiturrahman, pembinaan umat secara lebih luas di berbagai bidang optimis terlaksana dengan baik," lanjut Wawan.

Ketua UPZ Baznas Pupuk Kaltim Nur Sahid, pun memastikan pembinaan umat menjadi bagian pengembangan program bagi 8 asnaf yang masuk kategori penerima zakat. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden RI nomor 3 tahun 2014, yang menyebut agar Menteri BUMN mendorong Direksi atau pimpinan BUMN melakukan optimalisasi pengumpulan zakat karyawan dan badan usaha. Dikuatkan Surat Keputusan (SK) Direksi Pupuk Kaltim nomor 75 tahun 2018 tentang pembentukan UPZ.

Program tersebut diselaraskan dengan aturan Baznas, dan telah direalisasikan pada berbagai kegiatan. Diantaranya pembinaan rumah Al-Quran Baiturrahman dan Mualaf, serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat tidak mampu di sekitar Pupuk Kaltim seperti Kelurahan Guntung, Loktuan, Belimbing dan Gunung Elai.

"UPZ Pupuk Kaltim juga telah menyalurkan paket sembako bagi guru mengaji se-Kota Bontang tingkat TPA dan TPQ, serta bantuan bagi guru akademis yang gajinya dibawah Rp1.250.000,- sebulan. Program ini telah dimulai di Kecamatan Bontang Utara, untuk dilanjutkan ke wilayah lain," terang Nur Sahid.

UPZ Pupuk Kaltim juga telah merancang sejumlah program lanjutan, yakni bantuan pendidikan bagi anak panti asuhan, bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Bontang. Lalu bantuan bagi panti jompo, optimalisasi Klinik Duafa di Kelurahan Loktuan, serta khitan massal bagi anak se-Kota Bontang.

Termasuk program Isbat Nikah bagi masyarakat yang menikah siri, agar tercatat dan diakui secara resmi oleh negara, dan anak yang dilahirkan pun bisa mendapatkan haknya. Serta memfasilitasi isbat nikah bagi mualaf yang belum melangsungkan penikahan secara muslim.

"Untuk itu kami butuh evaluasi dan monitoring dari Baznas Pusat, apakah program ini sudah sejalan dengan aturan Baznas atau masih perlu perbaikan," tambah Nur Sahid.

Wakil Walikota Bontang Basri Rase, yang hadir pada kesempatan itu menyambut positif upaya UPZ Pupuk Kaltim dan Yayasan Baiturrahman melakukan pembinaan bagi umat. Apalagi program yang dilaksanakan tak hanya menyasar pembinaan akidah, namun juga perekonomian dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.

Menurut Basri program ini patut didukung untuk terus dikembangkan, agar pemberdayaan masyarakat Bontang yang agamis dan sejahtera tercapai dengan baik.

"Begitu juga masyarakat kami imbau terus mendukung Pupuk Kaltim, sehingga bisa memberi manfaat lebih besar. Tak hanya dari CSR-nya, tapi juga kontribusi zakat karyawan dan perusahaan untuk membina masyarakat secara merata," papar Basri.

Salah satu Mualaf, Ning Mukati, pun mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim melalui Yayasan Baiturrahman dan UPZ Baznas membekali umat pada berbagai program secara berkesinambungan. Kata dia, berbicara Mualaf tak hanya soal akidah semata, namun juga pembinaan secara ekonomi dan sosial dalam mewujudkan kemandirian masyarakat yang sesuai tuntunan agama.

"Saya salah satu mualaf yang dibina Baiturrahman sejak beberapa tahun terakhir, baik melalui kajian mingguan maupun kegiatan lain. Dan kini ada UPZ juga yang memberi perhatian, semoga hal baik ini terus dikembangkan dan berlanjut kedepannya," harap warga Kecamatan Bontang Selatan tersebut.

Sementara Faisal Qosim dalam tausiahnya mengatakan mualaf merupakan salah satu pihak yang berhak menerima zakat, dan bisa dikembangkan pada konsep pembinaan terpadu setelah prioritas penguatan akidah dijalankan. Dijelaskannya, saat seseorang memilih menjadi mualaf akan mengalami banyak tantangan dan perlu dilakukan penguatan melalui dana zakat untuk dioptimalkan pemanfaatnya.

"Selama ini penyaluran zakat kepada mualaf cenderung dilakukan secara konvensional, padahal perlu dilakukan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi bagi mualaf. Dan UPZ Baznas Pupuk Kaltim telah memulai langkah itu," tutur Faisal Qosim. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR