•   11 August 2026 -

PT. Borneo Grafika Pariwara

Jl. Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru,
Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Tarik Pengunjung; Mal Lembuswana Segera Hadirkan Bioskop dan Padel

Samarinda - Redaksi
11 Agustus 2026
 
Tarik Pengunjung; Mal Lembuswana Segera Hadirkan Bioskop dan Padel Mal Lembuswana Samarinda

KLIKKALTIM— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang bagi investor baru untuk mengelola kembali Mal Lembuswana setelah pengelolaan selama tiga dekade bersama PT Cipta Sumina Indah Satresna (CSIS) berakhir.

Pemprov Kaltim kini mengambil alih pengelolaan sementara kawasan tersebut melalui PT Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS). 

Perusahaan daerah itu diberi waktu satu tahun untuk memastikan operasional mal tetap berjalan sekaligus menyiapkan konsep baru sebelum ditawarkan kepada mitra strategis.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, berakhirnya kerja sama dengan CSIS menjadi momentum untuk menata ulang arah pengembangan Mal Lembuswana yang pernah menjadi salah satu pusat keramaian Samarinda.

“Usia mal ini sudah 30 tahun sejak berdiri pada 1996. Hari ini Pemprov menerima kembali aset ini dari PT CSIS, kemudian selama satu tahun dikelola MBS sambil membuka ruang bagi investor yang berminat,” kata Sri, Jumat (7/8/2026).

Menurut Sri, pemerintah ingin mengembalikan daya tarik Lembuswana seperti masa kejayaannya pada periode 2000 hingga 2010. Namun, hal itu membutuhkan perubahan konsep agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Tidak hanya sebagai pusat belanja, Lembuswana diarahkan menjadi kawasan yang menggabungkan hiburan, aktivitas komunitas, olahraga, hingga ruang ekonomi baru.

“Perlu ada peremajaan fasilitas dan konsep yang lebih menarik agar Lembuswana kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sri menyebut pengambilalihan pengelolaan tersebut juga menjadi peluang bagi Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan aset daerah di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya kapasitas anggaran.

“Penyerahan kawasan Mal Lembuswana kepada pemerintah daerah akan memberikan ruang fiskal baru yang lebih luas bagi Pemprov Kaltim,” katanya.

Selama masa transisi, PT MBS diminta menjaga keberlangsungan tenant yang masih beroperasi sekaligus melakukan kajian terhadap kebutuhan pasar. 

Survei kepada pengunjung dan penyewa akan menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan berikutnya.

Sejumlah tenant besar dipastikan tetap bertahan, di antaranya Matahari Department Store, Foodmart, Gramedia, Indomaret, Sport Station, Guardian, KFC, BreadLife, hingga sejumlah perbankan seperti Bank Kaltimtara, Bank Kalbar, dan BRI.

Selain mempertahankan tenant lama, Pemprov Kaltim juga mulai menjajaki masuknya sejumlah merek baru untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Salah satunya rencana menghadirkan bioskop CGV serta sejumlah tenant hiburan dan ritel.

“Dengan adanya rencana bioskop CGV, mereka membutuhkan lahan. Apakah nanti dibangun ke atas atau memanfaatkan area luar, itu masih dikaji. Ini menjadi daya tarik baru bagi MBS untuk menarik investor,” jelas Sri.

Selain bioskop, konsep aktivitas olahraga juga masuk dalam rencana pengembangan. Area atrium mal yang selama ini digunakan untuk kegiatan dapat diarahkan menjadi ruang komunitas, termasuk opsi menghadirkan olahraga paddle.

Menurut Sri, keberadaan fasilitas baru diharapkan membuat masyarakat memiliki alasan lebih banyak untuk datang ke Lembuswana, tidak hanya untuk berbelanja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tenant yang tetap bertahan, Pemprov Kaltim juga menyiapkan kebijakan keringanan biaya sewa selama masa penataan.

“Kita berharap pengelolaan baru Mal Lembuswana mampu meningkatkan nilai aset daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat Samarinda,” demikian Sri Wahyuni.






TINGGALKAN KOMENTAR