Alasan Pelaku Pembunuh Guru Ngaji, Sakit Hati Akibat Ditagih Utang Rp 1 Juta

Regional - Redaksi Klik Kaltim
05 November 2020
Alasan Pelaku Pembunuh Guru Ngaji, Sakit Hati Akibat Ditagih Utang Rp 1 Juta Polisi menunjukkan K, tersangka pembunuh guru ngaji di Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11/2020). (Foto: Humas Polres Bogor).

KLIKKALTIM.COM - Pelaku pembunuhan sadis guru ngaji di Cibinong, Bogor telah merencanakan aksinya sejak sebulan yang lalu. Pelaku berinisial K alias A menghabisi nyawa korban karena sakit hati ditagih utang.

"Sudah direncanakan," kata Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil, kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Saat menggali keterangan, kata Kadek, pelaku mengakui berencana membunuh guru ngaji tersebut sejak Oktober 2020. Pelaku baru mendapat kesempatan saat melihat korban perempuan bernama Athiqotul Mahya (28) tersebut pulang bersama dua anaknya usai menghadiri Maulid Nabi Muhammad pada 1 November.

Kadek memastikan, motif utama pembunuhan karena pelaku sakit hati dengan kata-kata korban saat ditagih utang sebesar Rp1 juta. Soal ponsel dan uang milik korban yang hilang, pelaku mencurinya tanpa direncanakan.

"Pas waktu kejadian karena lihat ada handphone dan uang timbul niat untuk ambil," ujar Kadek.

Pelaku diketahui merupakan suami dari pembantu korban. Kadek menyebut, pelaku menjalankan aksinya seorang diri tanpa bantuan istrinya.

"Nggak ada (keterlibatan istri pelaku). Memang (pelaku) tunggal," ujarnya.

Kasus pembunuhan sadis itu terungkap saat suami korban, Muhammad Kurniawan mencium bau busuk dari air keran rumahnya pada Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 07.00 WIB.

Kurniawan meminta seorang warga memperbaiki sumur. Saat mengecek sumur, warga tersebut menemukan tubuh korban mengambang. Korban diketahui hilang selama tiga hari terakhir usai kegiatan Maulid Nabi Muhammad.

TINGGALKAN KOMENTAR